Penyaluran Kredit UMKM Tembus Rp1.474 Triliun pada Agustus 2024

InfoEkonomi.ID – Penyaluran kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia mengalami peningkatan signifikan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hingga Agustus 2024, total penyaluran kredit UMKM mencapai Rp1.474 triliun, tumbuh sebesar 4,42 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp1.412 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit UMKM ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah kondisi makroekonomi, yang meliputi tingkat pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat, dan dinamika global, termasuk situasi geopolitik yang berdampak pada perekonomian domestik.

- Advertisement -

“Pertumbuhan kredit ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kondisi makroekonomi antara lain tingkat pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat serta dinamika global termasuk situasi geopolitik yang berpengaruh pada berbagai aspek perekonomian domestik,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Jumat (11/10).

Baca juga : Keberhasilan UMKM Indonesia Menembus Pasar Global dengan Produk Lokal

Meskipun terdapat tantangan tersebut, Dian menuturkan bank tetap optimis dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM, tentunya dengan berbagai dukungan dari pemerintah dan lainnya.

- Advertisement -

OJK bersama pemerintah terus melakukan koordinasi dan monitoring untuk memastikan efektivitas instrumen kebijakan dalam menstimulus kredit UMKM yang berkelanjutan dan resilient. Beberapa program yang dijalankan meliputi perluasan jaringan agen bank, program subsidi pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta insentif berupa kelonggaran likuiditas.

Secara keseluruhan, kredit perbankan di Indonesia tumbuh sebesar 11,4 persen tahun ke tahun (yoy) menjadi Rp7.508 triliun per Agustus 2024. Meskipun demikian, pertumbuhan ini melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 12,4 persen.

“Pertumbuhan kredit per Agustus 2024 masih melanjutkan catatan double digit growth sebesar 11,40 persen, Juli yang lalu masih tercatat pada angka yang hampir sama juga 12,40 persen menjadi Rp7.508 triliun,” ujar Dian saat konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Selasa.

Kemudian secara tahun berjalan, pertumbuhan kredit perbankan tercatat tumbuh 5,89 persen (ytd), sementara kredit perbankan tercatat minus 0,09 persen (mtm). Selain itu, alat likuid perbankan pada Agustus 2024 tercatat Rp2.195 triliun.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img