PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC) mengumumkan rencana untuk meningkatkan jumlah Kereta Cepat Whoosh yang beroperasi dan membuka Stasiun Karawang, menandai langkah signifikan dalam pengembangan transportasi cepat di Indonesia.
Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi, mengungkapkan bahwa Whoosh telah menunjukkan perkembangan positif dalam kapasitas dan kualitas pelayanan. “Kami berencana menambah jumlah kereta menjadi 62 KA per hari dengan pola perjalanan yang diubah menjadi headway setiap 30 menit,” ujar Dwiyana dalam keterangan resmi, Kamis (17/10).
Saat ini, Whoosh telah meningkatkan frekuensi perjalanan dari 4 KA per hari menjadi 48 KA per hari, dengan jumlah penumpang yang melonjak dari 14.000-17.000 hingga mencapai 24.000 penumpang per hari.
Strategi peningkatan ridership akan diterapkan, termasuk peningkatan aksesibilitas ke Stasiun Tegalluar Summarecon, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak penumpang. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi keberhasilan proyek ini dan berharap bahwa infrastruktur kereta cepat dapat berkembang lebih luas, dengan target mencapai Surabaya di masa depan.
“Keberhasilan kereta cepat Whoosh menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional berkat kolaborasi antara pemerintah dan PT KCIC, terbukti dari lebih dari 5,3 juta penumpang yang telah menggunakan layanan ini dalam setahun,” kata Menhub Budi Karya.
Dengan langkah-langkah ini, PT KCIC tidak hanya berupaya untuk meningkatkan layanan kereta cepat tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional dan regional.
































