InfoEkonomi.ID – Mayoritas harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir, periode 30 September hingga 6 Oktober 2024. Data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan bahwa harga beras premium meningkat 1,10% menjadi Rp15.680 per kilogram (kg), sementara beras SPHP naik 0,48% menjadi Rp12.620 per kg.
Melansir cnbcindonesia.com, berdasarkan laporan yang dirilis Minggu (6/10), harga beras medium tetap stagnan di Rp13.580 per kg. Selain beras, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan, masing-masing naik 3,37% menjadi Rp29.450 per kg dan 1,43% menjadi Rp40.350 per kg.
Sementara itu, harga cabai rawit merah sedikit naik 0,18% menjadi Rp44.510 per kg, namun harga cabai merah keriting mengalami penurunan sebesar 0,55% menjadi Rp30.730 per kg. Di sektor daging, harga daging ayam ras mengalami penurunan 0,23% menjadi Rp34.440 per kg, sedangkan daging sapi murni turun 0,50% menjadi Rp133.690 per kg. Namun, harga telur ayam justru naik 6,39% menjadi Rp30.290 per kg.
Dalam perkembangan lainnya, harga kedelai biji kering (impor) turun 0,56% menjadi Rp10.830 per kg, sementara harga gula konsumsi naik 0,50% menjadi Rp18.020 per kg. Harga minyak goreng kemasan sederhana juga mengalami kenaikan sebesar 1,37% menjadi Rp18.450 per liter, sementara harga minyak goreng curah turun 0,85% menjadi Rp16.260 per liter.
Selain itu, harga pangan jagung tingkat peternak meningkat 4,68% menjadi Rp6.260 per kg, sedangkan harga tepung terigu curah turun 0,39% menjadi Rp10.110 per kg, dan tepung terigu kemasan naik 0,08% menjadi Rp13.100 per kg.
Harga pangan ikan bervariasi, dengan ikan kembung turun 0,54% menjadi Rp36.750 per kg, ikan tongkol naik 0,35% menjadi Rp31.310 per kg, dan ikan bandeng mengalami penurunan signifikan sebesar 13,88% menjadi Rp28.660 per kg.
Kenaikan harga pangan ini menjadi perhatian, terutama dalam konteks inflasi dan daya beli masyarakat yang tetap menjadi sorotan pemerintah.
































