Jumlah BUMN Menurun Namun Laba Terus Menaik

BUMN memang mengalami efisiensi jumlah. Dari 107 perusahaan pada 2020 jumlahnya terus berkurang secara bertahap dan menunjukkan fokus yang lebih tajam pada efisiensi dan profitabilitas, misalnya melalui holding atau merger. Saat ini, sebanyak 65 perusahaan BUMN mencatatkan laba sebesar Rp327 triliun, melonjak 2.415% dari hanya Rp13 triliun pada 2020.

Tercatat, dalam lima tahun terakhir, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dipimpin oleh Menteri Erick Thohir telah meluncurkan sejumlah gebrakan yang mengubah wajah perusahaan pelat merah di Indonesia. Restrukturisasi bisnis melalui pembentukan holding, klasterisasi, dan merger telah membuahkan hasil yang mengesankan.

- Advertisement -

Kenaikan kinerja ini juga berdampak pada total aset perusahaan pelat merah yang mencapai sekitar US$680 miliar atau Rp10.400 triliun, melampaui nilai aset Temasek Holdings Limited dari Singapura, yang berada di angka US$382 miliar.

Ekonom senior Fauzi Ichsan menilai bahwa strategi holdingisasi telah meningkatkan leverage perusahaan-perusahaan BUMN berskala kecil dan mendorong efisiensi melalui penerapan standar keuangan internasional dan pengadaan shared services.

- Advertisement -

Salah satu contoh nyata dari efisiensi ini dapat dilihat di PT Pertamina (Persero). Setelah restrukturisasi, Pertamina berhasil merampingkan struktur korporasi dengan mengurangi jumlah direktorat dari 11 menjadi enam, yang berujung pada pengambilan keputusan yang lebih cepat dan optimal.

Selain itu, Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) juga menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan, sejajar dengan perusahaan swasta besar di sektor perkebunan.

Ekosistem BUMN juga semakin diperkuat, terutama melalui Holding Ultra Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dengan menjangkau 176 juta nasabah simpanan dan 36,1 juta nasabah pinjaman, UMi BRI Group berhasil menyalurkan total pembiayaan mencapai Rp622,3 triliun dalam waktu tiga tahun.

Fauzi menekankan bahwa langkah konsolidasi melalui holdingisasi memperkuat neraca keuangan perusahaan, memungkinkan induk perusahaan untuk menggalang dana lebih murah dan menyuntikkan dana ke anak perusahaan yang membutuhkan.

- Advertisement -

Meskipun berbagai tantangan seperti public service obligation dan isu solvabilitas masih ada, efisiensi dan restrukturisasi yang dihadirkan melalui holdingisasi dapat membantu meminimalisir dampak negatif tersebut.

Dengan langkah-langkah strategis ini, BUMN tidak hanya menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai pilar penting dalam perekonomian Indonesia.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img