PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bersama Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM), yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi), terus berupaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat melalui jaringan Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM).
Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Micro BRI, Muhammad Candra Utama, menjelaskan bahwa SenyuM merupakan jaringan unit kerja yang menyediakan layanan pembiayaan konvensional. Saat ini, BRI telah memiliki sekitar 1.025 kantor SenyuM yang melayani tiga entitas produk dari BRI, Pegadaian, dan PNM.
“Dari sisi pembiayaan konvensional, kami memiliki sekitar 16 ribu jaringan unit kerja fisik, dengan 7.700 di BRI, 4.000 di Pegadaian, dan sekitar 4.500 di PNM,” kata Candra dalam live streaming Inspirato Sharing Session.
Selain pembiayaan konvensional, BRI juga menawarkan channel hybrid dengan 1 juta agen BRILink dan sekitar 743.000 e-channel. Candra menambahkan bahwa melalui superapp BRIMO, BRI telah menjaring tidak kurang dari 35 juta pengguna.
Data menunjukkan bahwa nasabah yang telah memanfaatkan layanan Holding Ultra Mikro mencapai 36 juta debitur, dengan outstanding pembiayaan hampir mencapai Rp 622 triliun. Sementara itu, saldo simpanan dari Holding Ultra Mikro sudah lebih dari Rp 300 triliun, melayani sekitar 176 juta nasabah.
Kontribusi Holding Ultra Mikro terhadap laba BRI juga sangat signifikan. PNM berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 800 miliar di kuartal II 2024, sementara Pegadaian mencapai Rp 2,9 triliun. “Secara keseluruhan, kontribusi entitas di Holding Ultra Mikro ini mencapai 12,5 persen dari laba BRI,” ungkap Candra.
Laba grup BRI sendiri tercatat mencapai Rp 29,9 triliun di kuartal II 2024, menunjukkan kinerja positif yang didorong oleh pembiayaan ultra mikro.

































