BI: Pertumbuhan Kredit UMKM Alami Perlambatan

Perlambatan pertumbuhan kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus berlanjut, dengan penyaluran kredit yang mengalami penurunan signifikan. Menurut laporan Bank Indonesia (BI) per Agustus 2024, kredit di sektor UMKM hanya tumbuh 4,3% secara tahunan (YoY), mencapai Rp 1.379,4 triliun. Angka ini merupakan pertumbuhan terendah sepanjang tahun ini.

Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, mengonfirmasi bahwa pihaknya harus lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit kepada UMKM. Ia menjelaskan bahwa risiko kredit macet dari sektor ini kini menjadi perhatian utama para bankir. “Kita harus lebih sehat dalam pembiayaan UMKM ini,” ujarnya, Senin (14/10).

- Advertisement -

Sejak Februari 2024, tren pertumbuhan kredit UMKM menunjukkan penurunan yang konsisten. Yuddy memperkirakan kredit UMKM di Bank BJB masih dapat tumbuh sekitar 6% hingga 8%, meskipun proporsinya tergolong kecil.

General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank BNI, Sunarna Eka Nugraha, menambahkan bahwa perlambatan ini mencerminkan penurunan kebutuhan kredit di kalangan pelaku UMKM, yang disebabkan oleh kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan ketidakpastian global. Meskipun demikian, BNI berkomitmen untuk tetap menyalurkan kredit kepada UMKM, melalui program KUR dan Kredit Komersial lainnya, dengan prinsip kehati-hatian.

- Advertisement -

Berbeda dengan pandangan tersebut, Direktur Keuangan Bank Raya, Rustati Suri Pertiwi, menyatakan bahwa pertumbuhan kredit UMKM di banknya tetap positif. Ia mengungkapkan bahwa kredit digital Bank Raya untuk segmen UMKM tumbuh 81% YoY, mencapai Rp 1,46 triliun pada kuartal kedua 2024. “Kami optimistis tren pertumbuhan kredit UMKM akan terus berlanjut,” tuturnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa OJK sedang menyusun Peraturan OJK (POJK) untuk mengakselerasi pembiayaan sektor UMKM. Ia menjelaskan bahwa target kredit UMKM di masing-masing bank tidak akan disamaratakan, sehingga pendekatannya akan lebih fleksibel dan berbasis bisnis.

Dengan kondisi ini, para pelaku UMKM diharapkan tetap dapat mengakses pembiayaan yang diperlukan, meskipun tantangan di sektor ini semakin besar.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img