Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menegaskan bahwa agen asuransi akan tetap diperlukan meskipun industri asuransi beralih ke digitalisasi secara penuh. Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik & Riset, Trinita Situmeang, menyatakan bahwa agen memegang peran penting dalam memasarkan produk dan mendidik konsumen mengenai pilihan asuransi yang ada.
Trinita menjelaskan, seperti seorang pemandu wisata yang membantu pelancong menemukan tempat menarik, agen asuransi memberikan penjelasan yang dibutuhkan oleh konsumen. Jika seseorang sudah mengetahui tujuan wisata, mereka bisa menjelajahi sendiri menggunakan peta digital. Namun, bagi yang masih bingung, pemandu akan sangat membantu dalam memberikan informasi yang jelas.
“Berdasarkan karakter masyarakat, masih ada yang perlu dijelaskan oleh agen. Setelah bertahun-tahun, saya yakin peran ini masih akan ada dan perlu dikelola bersama,” ujar Trinita saat ditemui di acara AAUI di Bali, Kamis (10/10).
Trinita menekankan pentingnya memiliki agen bersertifikat dalam bidang asuransi, baik jiwa maupun umum. Ia mengibaratkan sertifikasi ini seperti sebuah tiket masuk ke sebuah taman bermain, yang menjamin bahwa setiap agen memiliki pengetahuan dan kompetensi yang cukup untuk menjelaskan produk asuransi dengan benar, tanpa memberikan harapan palsu.
“Agen akan tetap menjadi mitra bagi perusahaan asuransi untuk menjangkau konsumen. Jika jumlah agen berkurang, itu karena mereka tidak memenuhi kualifikasi. Namun, kualitas harus meningkat,” tambahnya.
Trinita menjelaskan bahwa aturan dari regulator bukan hanya untuk mengurangi jumlah agen, tetapi untuk memperbaiki kualitas dalam memasarkan produk asuransi. Saat ini, terdapat sekitar 200 agen di sektor asuransi umum dan sekitar 500 agen di sektor asuransi jiwa. Dengan peran mereka yang tetap vital, agen asuransi diharapkan dapat terus mendidik masyarakat dan membantu mereka membuat keputusan yang tepat dalam memilih produk asuransi.
































