InfoEkonomi.ID – Pemerintah Indonesia berencana menambah utang sebesar Rp775 triliun pada tahun 2025, meskipun saat ini total utang negara sudah mencapai Rp8.461,93 triliun per akhir Agustus 2024.
Melansir cnbcindonesia.com, Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan DJPPR Kemenkeu, Riko Amir, menyebutkan utang tersebut akan bersumber dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp642,5 triliun dan penarikan pinjaman sebesar Rp133 triliun.
Riko menjelaskan bahwa pinjaman ini akan terdiri dari pinjaman dalam negeri senilai Rp5,1 triliun dan pinjaman luar negeri yang mencapai Rp128 triliun. Dalam APBN 2025, total belanja negara diproyeksikan mencapai Rp3.621 triliun, sementara pendapatan negara ditargetkan Rp3.005 triliun, sehingga defisit anggaran mencapai Rp616 triliun atau 2,53% dari PDB.
Selain menambah utang, pemerintah juga akan melakukan strategi refinancing untuk membayar utang jatuh tempo pada tahun 2025 yang mencapai Rp800 triliun. Meskipun utang pemerintah saat ini masih tinggi, terdapat penurunan sebesar Rp40,76 triliun dibandingkan Juli 2024, di mana total utang saat itu mencapai Rp8.502,69 triliun. Rasio utang terhadap PDB juga turun menjadi 38,49% dari sebelumnya 38,68%.
































