Kerja sama yang digagas oleh Bank Indonesia ini berlangsung di kantor pusat PT Semen Tonasa. Ini merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan rendah karbon dengan memanfaatkan limbah racik uang kertas sebagai bahan bakar alternatif.
- Advertisement -
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Direktur Utama PT Semen Tonasa, Asruddin, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda.
Dalam acara tersebut, turut hadir menyaksikan MOU, Direktur Keuangan Anis, GM Komunikasi dan LGRC Muh. Akhdarisa, GM Produksi Semen & Klinker, GM Pengendalian dan Perencanaan Produksi Yosi Reapradana, serta Band 2 & 3 lingkup PT Semen Tonasa dan perwakilan Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan.
- Advertisement -
Asruddin, Direktur Utama PT Semen Tonasa, menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka peluang untuk mengurangi emisi karbon dari proses produksi semen. Ia berharap kerja sama ini akan mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang baru.
Sementara itu, Ricky Satria, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa limbah racik uang kertas (LRUK) telah diuji dan dinyatakan tidak berbahaya atau beracun, sehingga layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam produksi semen.
“Kegiatan ini hadir untuk mengatasi masalah Limbah Racik Uang Kertas dengan memanfaatkannya sebagai bahan bakar alternatif di industri semen. Inisiatif ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga lain untuk turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang inovatif dan bertanggung jawab,” tuturnya.