InfoEkonomi.ID – Di tengah ketegangan geopolitik dan fluktuasi ekonomi global, industri asuransi jiwa di Indonesia tetap mencatatkan pertumbuhan signifikan. PT Great Eastern Life Indonesia menyoroti bahwa industri ini mengalami peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan finansial dan kesehatan dalam dua tahun terakhir.
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pada kuartal pertama tahun 2024, pendapatan premi industri asuransi jiwa tumbuh sebesar 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial dan kesehatan. Selain itu, percepatan transformasi digital juga menjadi faktor yang signifikan dalam mempermudah akses ke produk asuransi, sehingga mendukung pertumbuhan yang ada.
Direktur Pemasaran PT Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata Gozalie mengatakan Great Eastern Life sebagai salah satu pemain utama di industri asuransi jiwa di Indonesia, telah mengambil berbagai langkah strategis untuk meningkatkan penetrasi produk asuransi di pasar. Salah satu langkah utamanya adalah melalui diversifikasi dan inovasi produk.
“Kami terus mengembangkan produk-produk asuransi yang inovatif, sesuai dengan kebutuhan berbagai segmen pasar. Salah satu produk terbaru adalah peluncuran sub dana (fund) GreatLink SustAInability Equity Fund, yang berinvestasi pada IDX ESG Leaders dan menggunakan teknologi AI. Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan GreatLink Intelligence Equity Fund, fund pertama di Indonesia yang dikelola dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence,” ujar Roy.
Menurut Roy, selain inovasi produk, Great Eastern Life juga fokus pada sinergi dan ekspansi jaringan distribusi. Perusahaan ini terus mempererat hubungan dengan mitra strategis seperti Bank OCBC, serta memperluas jaringan distribusi melalui kemitraan dengan berbagai bank dan lembaga keuangan lainnya. “Kerja sama terbaru dengan Bank Ganesha menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.
Great Eastern Life mengadopsi teknologi digital untuk memudahkan nasabah dalam mengelola polis mereka. Pengembangan Customer Portal GoGREAT! Services untuk nasabah individu dan Aplikasi GEC-ID untuk nasabah kumpulan merupakan inisiatif yang diluncurkan untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam mengakses layanan dan mengelola portofolio asuransi mereka kapan saja dan di mana saja.
Roy mengatakan, Great Eastern Life terus beradaptasi dengan dinamika pasar asuransi di Indonesia yang terus berkembang. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui pengembangan produk yang inovatif, yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi nasabah di setiap tahap kehidupannya.
Selain itu, perusahaan ini juga terus berinvestasi dalam teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman nasabah dan efisiensi operasional. Platform digital yang dikembangkan memungkinkan nasabah untuk mengakses informasi polis dan layanan lainnya secara mudah dan cepat.
“Dalam hal regulasi, Great Eastern Life selalu memastikan bahwa perusahaan mematuhi semua peraturan yang berlaku. Adaptasi terhadap regulasi merupakan bagian penting dari strategi bisnis perusahaan, yang mencakup penerapan praktik tata kelola operasional yang baik dan transparan,” jelas Roy.
Selain itu, perusahaan juga menyesuaikan strategi bisnis dengan fokus pada keberlanjutan. Hal ini tercermin dari berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang dijalankan oleh perusahaan, yang selaras dengan visi jangka panjang untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam hal visi jangka panjang Great Eastern Life, Roy mengatakan, perusahaan memiliki visi menjadi penyedia jasa layanan keuangan di Indonesia yang dikenal akan keunggulannya. Untuk mencapai visi ini, perusahaan fokus pada inovasi produk, digitalisasi, dan kemitraan strategis.
Selain itu, Great Eastern Life juga berkomitmen untuk menjalankan program edukasi dan literasi keuangan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi.
Roy mengatakan, industri asuransi di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait dengan ketidakseimbangan antara angka penetrasi literasi dan inklusi asuransi di masyarakat. Meskipun banyak orang sudah memahami pentingnya asuransi, masih banyak yang belum memiliki produk asuransi sebagai bagian dari instrumen perlindungan finansial mereka.
“Untuk mengatasi tantangan ini, Great Eastern Life secara aktif menjalankan inisiatif edukasi dan kampanye kesadaran publik yang lebih intensif dan relevan,” terangnya.
Menurut Roy, masa depan industri asuransi di Indonesia dipandang sangat menjanjikan, terutama dengan berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Kemajuan teknologi seperti big data dan AI juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. Namun, kemajuan teknologi ini juga membawa tantangan baru, seperti risiko kejahatan siber.
“Untuk menghadapinya, Great Eastern Life berkomitmen untuk menerapkan tata kelola yang kuat guna melindungi data dan privasi nasabah,” kata Roy.
Dengan inovasi yang berkelanjutan dan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan, Great Eastern Life optimis bahwa industri asuransi di Indonesia akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Harapan perusahaan adalah agar industri ini terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas keuangan masyarakat, dengan didukung oleh regulasi yang mendukung inovasi dan kemajuan teknologi.” tutup Roy.

































