Sri Mulyani Ungkap Aset Negara Ada Rp13.072 Triliun di Akhir 2023

InfoEkonomi.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati secara resmi mengungkapkan bahwa aset negara Indonesia hingga akhir tahun 2023 mencapai angka Rp13.072,8 triliun. Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna ke-20 di DPR, di mana Sri Mulyani memaparkan Penyampaian Pokok-Pokok Keterangan Pemerintah atas RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2023.

Menurut data dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) yang telah diaudit, angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,06% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya mencatatkan Rp12.325,45 triliun.

“Posisi keuangan pemerintah ditunjukkan dalam Neraca per 31 Desember 2023 yang terdiri dari Aset Rp13.072,8 triliun,” kata Sri Mulyani di Ruang Rapat Paripurna DPR, Jakarta, dikutip Jumat (5/7/2024).

Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa kewajiban negara pada akhir tahun lalu mencapai Rp9.536,7 triliun, sedangkan ekuitasnya sebesar Rp3.536,1 triliun. Hal ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana kewajiban pada 2022 mencatatkan Rp8.920,56 triliun dan ekuitas Rp3.404,89 triliun.

“Kenaikan ekuitas tahun 2023 tanpa revaluasi aset merupakan pertama kalinya sejak pelaporan keuangan berbasis akrual diterapkan. Hal ini tidak terlepas dari baiknya kinerja penerimaan yang diikuti dengan belanja pemerintah yang juga semakin berkualitas,” tutur Sri Mulyani.

Kemudian, Sri Mulyani juga menyampaikan Laporan Operasional (LO) Tahun 2023 dengan Pendapatan Operasional Rp 3.083,2 triliun dan Beban Operasional Rp 3.111,7 triliun, yang membentuk Defisit dari Kegiatan Operasional Rp28,4 triliun.

Di sisi lain, dia mengungkapkan terdapat Surplus dari Kegiatan Non Operasional sebesar Rp 60,1 triliun, yang membentuk Surplus LO Tahun 2023 sebesar Rp 31,6 triliun. “Surplus LO Tahun 2023 merupakan yang pertama kali terjadi sejak penerapan akuntansi berbasis akrual atau sejak laporan operasional mulai disusun pada 2015,” ucap Sri Mulyani.

Laporan Arus Kas Tahun 2023 memberikan informasi mengenai arus penerimaan dan pengeluaran kas negara selama tahun 2023. Arus kas bersih dari Aktivitas Operasi minus Rp 34,8 triliun, arus kas bersih dari Aktivitas Investasi minus Rp 391,6 triliun, arus kas bersih dari Aktivitas Pendanaan Rp 445,8 triliun, dan arus Kas Bersih dari Aktivitas Transitoris Rp 88,7 triliun.

“Arus kas bersih dari Aktivitas Investasi yang bernilai negatif mencerminkan upaya Pemerintah untuk melakukan investasi terutama dalam rangka mendukung proyek pembangunan infrastruktur,” tegas Sri Mulyani.

Artikel ini telah tayang di CNBC Indonesia dengan judul “Jelang Jokowi Pensiun, Sri Mulyani Catat Aset Negara Tembus Rp13.000 T

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img