Jumat, Juli 19, 2024
spot_img

Tantangan dan Peluang bagi Industri Keuangan Indonesia 2024

InfoEkonomi.ID Pengamat ekonomi Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, tahun ini menjadi tahun yang penuh dinamika, baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi domestik. Industri keuangan perlu melihat dua perspektif utama, yakni tantangan eksternal dan domestik.

Dari sisi eksternal, situasi di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor penting. Kekuatan dolar AS yang semakin kuat menyebabkan tekanan pada mata uang global, termasuk rupiah. Fenomena “strong dollar” ini disebabkan oleh suku bunga The Fed yang dipertahankan di level tinggi.

- Advertisement -

“Hal ini membuat negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, kurang menarik secara komparatif karena perbedaan suku bunga,” papar Fithra dalam wawancara eksklusif bersama Redaksi InfoEkonomi.ID di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurut Founder Next Policy ini, suku bunga tinggi The Fed dipertahankan karena inflasi di Amerika Serikat yang belum turun, bahkan cenderung naik. Hal ini memicu potensi outflow dari pasar domestik kita di Indonesia, juga dari pasar regional. “Bukan hanya rupiah yang tertekan, yen Jepang juga mengalami depresiasi yang lebih parah,” ujar Fithra.

- Advertisement -

Selain kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang belum melambat, peristiwa geopolitik seperti perseteruan antara Iran dan Israel juga menekan kondisi ekonomi global. Konflik ini tidak hanya melibatkan dua negara, tetapi membagi dunia menjadi dua kutub besar: Barat dan Timur. Kutub Timur diisi oleh Iran, Rusia, dan China, sementara kutub Barat diwakili oleh Israel, Amerika Serikat, dan NATO.

Di sisi lain, pembagian geopolitik ini memberikan peluang bagi Indonesia dan ASEAN. Menurut Fithra, ASEAN memiliki posisi netral yang memungkinkan untuk memanfaatkan peluang dari kedua belah pihak, baik Amerika Serikat maupun China. Indonesia, dengan politik diplomasi yang bebas aktif, dapat menjadi patron bagi ASEAN untuk mengembangkan peluang yang ada.

“Pengurangan aktivitas ekonomi Amerika Serikat ke China, dan sebaliknya, membuka peluang bagi negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, untuk menangkap potensi ekonomi yang ada,” imbuhnya.

Fithra menjelaskan, dari sisi domestik, tantangannya lebih kepada kemampuan daya beli masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya pulih, terutama dalam lima tahun terakhir. Kelas menengah kita mengalami masalah signifikan dalam hal peningkatan kesejahteraan.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img