Kementan Tingkatkan Kompetensi Peternak Ayam Petelur Lewat Bimtek Formulasi Pakan di Kediri

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam memperkuat daya saing subsektor peternakan nasional. Di tengah tantangan tingginya biaya produksi, terutama pada komponen pakan yang menyerap porsi terbesar dalam usaha budidaya ayam petelur, peternak dituntut memiliki kemampuan mengelola usaha secara lebih efisien dan berkelanjutan. Penguasaan teknologi, pemanfaatan bahan baku lokal, serta kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat menjadi bekal penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keuntungan usaha.

 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Formulasi Pakan bagi peternak ayam petelur di Kabupaten Kediri, Kamis(30/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang terus didorong pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing usaha peternakan rakyat.

 

Bimtek tersebut diikuti peternak ayam petelur skala mikro dan kecil. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan formulasi pakan yang efisien, memiliki kandungan nutrisi seimbang, serta disesuaikan dengan kebutuhan ayam pada setiap fase pemeliharaan. Melalui pengetahuan tersebut, peternak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus menekan biaya produksi.

 

Ketua Tim Kerja Pendaftaran dan Peredaran Pakan Ditjen PKH, Eny Hastuti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi melalui kolaborasi Direktorat Pakan, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri.

 

“Pakan merupakan faktor utama yang menentukan produktivitas dan kesehatan ternak sekaligus menjadi komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan. Karena itu, kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat menjadi kunci untuk menghasilkan pakan berkualitas, bernutrisi seimbang, mudah dicerna, dan sesuai dengan kebutuhan ternak di setiap fase produksinya,” ujar Eny.

 

Senada dengan itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Istar Abadi, menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, bimtek ini menjadi kesempatan bagi peternak untuk memperluas wawasan dalam memanfaatkan bahan pakan lokal yang tersedia di daerah, sehingga dapat menghasilkan pakan yang bermutu, aman, bebas cemaran, sekaligus mendukung peningkatan kualitas telur dan efisiensi biaya produksi.

 

Istar juga berharap pembinaan terhadap peternak tidak berhenti pada pemberian materi di kelas. Ke depan, ia mengusulkan adanya pelatihan praktik pencampuran bahan pakan secara langsung bagi Anak Buah Kandang (ABK) sebagai operator yang setiap hari menangani pemeliharaan ayam di kandang, sehingga kemampuan teknis di lapangan semakin meningkat.

 

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah seorang peternak ayam petelur asal Kabupaten Kediri mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru, mulai dari cara menghitung kebutuhan nutrisi ayam, menyusun formulasi pakan, hingga memperkirakan biaya pakan secara lebih efisien.

 

“Selama ini pemberian pakan sering kali belum disesuaikan dengan kebutuhan ayam sehingga biaya pakan menjadi tinggi. Melalui bimtek ini kami belajar memberikan pakan sesuai kebutuhan ternak agar biaya produksi dapat ditekan tanpa mengurangi produktivitas,” ungkapnya.

 

Sebagai narasumber, Akademisi sekaligus Dosen Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Akhis Soleh Ismail, menekankan bahwa kemampuan menyusun formulasi pakan secara mandiri merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki peternak agar mampu menghadapi dinamika harga bahan baku dan menjaga keberlanjutan usahanya.

 

“Saya berharap Bapak/Ibu pulang membawa satu bekal penting, yaitu kemampuan menyusun formulasi pakan yang tepat sehingga biaya produksi lebih efisien, produktivitas tetap terjaga, dan keuntungan usaha semakin meningkat,” jelasnya.

 

Melalui sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Kediri, kalangan akademisi, dan pelaku usaha peternakan, Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi diharapkan semakin memperkuat kemandirian peternak dalam memanfaatkan bahan pakan lokal dan menyusun formulasi pakan yang efisien. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha peternakan, tetapi juga mendukung keberlanjutan pengembangan sektor perunggasan nasional.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img