Komitmen Prabowo Jaga Defisit APBN di Bawah 3% dari PDB

InfoEkonomi.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan komitmen Presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024 tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini diungkapkan dalam rangka menjaga konsistensi dan kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi Indonesia.

Dalam proses penyusunan Rancangan APBN 2025, Sri Mulyani menyatakan adanya kolaborasi erat antara pemerintah saat ini dan pemerintah yang akan datang di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.

- Advertisement -

“APBN 2024 tetap dijaga defisitnya di bawah 3 persen. Ini adalah komitmen yang sama dan kami sudah menyampaikan juga kepada Presiden terpilih Bapak Prabowo, dan beliau berikan jaminan atau keyakinan arahan berkomitmen terhadap defisit di bawah 3 persen,” tuturnya.

Menkeu juga menyampaikan kesepakatan yang telah dicapai antara Pemerintah dan DPR mengenai postur fiskal 2025 serta jadwal penting dalam proses pengesahan RAPBN 2025.

- Advertisement -

“Tanggal 4 Juli saya Menteri Keuangan bersama dengan menteri Bappenas dan Gubernur Bank Indonesia akan rapat badan anggaran untuk pengesahan laporan Panja. Dan tanggal 9 Juli akan ada sidang paripurna untuk penyampaian laporan pembahasan KEM-PPKF yaitu kebijakan ekonomi makro dan pokok pokok kebijakan fiskal untuk tahun 2025,” jelas Menkeu.

Adapun tema utama untuk RAPBN 2025 yaitu mengenai akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menkeu menjelaskan bahwa tema ini memiliki program-program prioritas, diantaranya penguatan sektor pendidikan dengan program makanan bergizi gratis, perbaikan infrastruktur, reformasi birokrasi, hingga upaya pemberdayaan ekonomi kreatif serta keamanan pangan.

“Ini semuanya masuk di dalam tema 2025 yang konsisten dengan pemerintahan baru dan merupakan juga kelanjutan dari pemerintahan saat ini,” kata Menkeu.

Dalam konteks implementasi program makanan bergizi gratis, Menteri Keuangan menjelaskan bahwa sesuai arahan dan persetujuan Presiden Terpilih Bapak Prabowo akan dilaksanakan secara bertahap dan untuk RAPBN 2025 dialokasi sekitar Rp 71 triliun sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut. Meski begitu, pengelolaan fiskal tetap dilakukan secara hati-hati dan terjaga kesehatannya untuk mencapai tujuan Indonesia maju, sejahtera, adil dan beradab.

- Advertisement -

“APBN dikelola secara hati hati dan tetap menjadi instrumen yang dijaga sustainabilitasnya dan kesehatannya, karena ini adalah instrumen penting yang akan menjadi andalan bagi pemerintah, baik pemerintah hari ini maupun pemerintah yang akan datang,” tutupnya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img