InfoEkonomi.ID – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai lebih dari Rp100 juta kepada para pengusaha kedai kopi. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Kepala Pengembangan Bisnis Wilayah IV, Soeherdiyanto Budi Krisnandono, kepada Debitur Lamriah Ester Febrianti pada Selasa (21/5) di Kuta, Bali. Acara ini berlangsung dalam Workshop Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM Bali.
Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, penyaluran KUR ini merupakan bagian dari upaya BCA untuk mendukung para pelaku usaha UMKM agar tetap bersaing di pasar nasional dan internasional.
“BCA percaya dengan memperluas akses modal kepada para pelaku usaha UMKM, dapat mendorong perkembangan sekaligus mendukung geliat UMKM yang merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional,” tutur Hera yang dilansir dari marketing.co.id.
BCA menawarkan KUR hingga Rp500 juta dengan suku bunga yang kompetitif, dimulai dari 6% efektif per tahun. Program ini juga memberikan keuntungan tambahan seperti bebas biaya administrasi dan provisi, sehingga pelaku UMKM mendapatkan pembiayaan yang lebih terjangkau.
Salah satu keunggulan utama dari program KUR BCA adalah proses yang cepat dan mudah. BCA bekerja sama dengan lembaga channeling, KlikA2C, memungkinkan pelaku UMKM mengajukan pembiayaan dengan lebih efisien dan praktis, sehingga mereka dapat fokus pada pengembangan bisnis mereka.
Sebagai informasi, per Maret 2024, portofolio pembiayaan keuangan berkelanjutan BCA mencapai Rp197,4 triliun, tumbuh 9,1% secara YoY. Capaian tersebut berkontribusi 23,5% terhadap total kredit disalurkan oleh BCA.
Dari nominal tersebut, pembiayaan UMKM mencapai Rp117,7 triliun. Sementara itu, hingga April 2024, BCA telah menyalurkan KUR sebesar Rp294,9 miliar atau 36,9% dari total target tahun ini.
Realisasi KUR BCA tercatat bertumbuh sebesar 75,4% YoY dengan sebagian besar KUR BCA disalurkan untuk sektor perdagangan. BCA menargetkan dapat menyalurkan KUR hingga Rp800 miliar pada tahun ini, meningkat sekitar 11% dari tahun sebelumnya.

































