InfoEkonomi.ID – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menjalankan misi kemanusiaan melalui program Relawan Bakti BUMN Batch V yang diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Program ini bertujuan untuk mendukung kegiatan sosial dan lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak empat perwakilan muda dari Askrindo telah diberangkatkan ke lokasi yang berbeda untuk menjalankan misi tersebut. Mereka adalah Dewi Zahra (Magelang, Jawa Tengah), Rozak Hackiki (Samboja dan Ibu Kota Nusantara/IKN, Kalimantan Timur), Lamria Theresa Sinaga (Mojokerto, Jawa Timur), dan Alifia Chesarina Firnuansyah (Morowali, Sulawesi Tengah).
Rozak Hackiki, salah satu relawan Askrindo di Samboja dan IKN, menjelaskan bahwa program ini fokus pada kegiatan lingkungan dan pendidikan.
“Mewakili Askrindo sebagai Relawan Bakti BUMN, saya dapat langsung berkontribusi dalam melakukan enrichment (pengkayaan) makanan orangutan dan beruang madu, perbaikan jalan, pengecatan pos security area special care unit (SCU) orangutan, penanaman pohon di hutan Samboja, penyemaian bibit pohon yang dikelola oleh 100 persen bangsa Indonesia, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF),” katanya yang dilansir dari ANTARA.
Dalam partisipasinya, kegiatan-kegiatan tersebut memiliki dampak langsung terhadap lingkungan, sosial, dan konservasi satwa di Samboja.
Sementara, Alifia, yang menjadi relawan di Desa Bungintende, Morowali, Sulawesi Tengah, mengatakan bahwa menjadi bagian dari Relawan Bakti BUMN dapat langsung untuk melakukan sharing knowledge kepada masyarakat khususnya masyarakat setempat, mulai dari anak-anak, ibu-ibu serta perangkat Desa Bungintende.
“Di Bungintende, diisi dengan kegiatan belajar mengajar, kreativitas anak-anak, dan bermain bersama. Selain itu, juga berfokus pada bakti kesehatan dan sosialisasi stunting. Kami juga membersihkan pantai, memasak bersama Bobon Santoso, seorang YouTuber, dan menutup acara dengan pemberian bola dari Menteri BUMN Erick Thohir,” tuturnya.
Kegiatan itu mencerminkan upaya holistik dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan interaksi sosial.
Para Relawan Bakti BUMN pun mengharapkan agar kegiatan tersebut bermanfaat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain itu, perlu juga dilakukan pemantauan untuk melihat perkembangan atas bantuan yang telah diberikan.
Kementerian BUMN kembali mengadakan program Relawan Bakti BUMN Batch V untuk mewujudkan kegiatan sosial kemasyarakatan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Program tersebut serentak dilaksanakan pada 20-22 Mei 2024 di 10 lokasi berbeda, yaitu Raja Ampat, Maumere, Samboja, Bukit Tinggi, Magelang, Pontianak, Bengkalis, Bantul, Morowali, dan Mojokerto.
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan pelaksanaan program Relawan Bakti BUMN Batch V itu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2024. Terdapat 12.069 orang yang mendaftar sebagai Relawan BUMN di batch V.
Dari rangkaian tahapan seleksi, telah didapatkan 100 relawan BUMN yang berasal dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia. Para relawan itu berasal dari 62 perusahaan di grup BUMN.
Sementara itu, Direktur SDM, Kepatuhan, dan Manajemen Resiko Askrindo Kun Wahyu Wardana menyatakan program Relawan Bakti BUMN memberikan kesempatan bagi karyawan BUMN untuk berperan langsung dalam menangani berbagai masalah sosial dan lingkungan untuk pembangunan bangsa Indonesia.
Selama tiga hari, kegiatan itu mencakup berbagai acara sosial, kesehatan, dan lingkungan. Kegiatan yang dilakukan meliputi penanaman pohon, edukasi bagi siswa dan pelaku UMKM, serta rehabilitasi hewan lindung.
Askrindo berharap melalui partisipasi dalam program Relawan Bakti BUMN dan dukungan terus-menerus terhadap program-program tanggung jawab sosial dan lingkungan dapat tercipta dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di seluruh Indonesia
“Program ini akan menjadi salah satu dampak positif, bagi milenial dan khususnya generasi Z untuk menciptakan tanggung jawab sosial yang dimulai dari diri sendiri,” kata Kun.

































