InfoEkonomi.ID – PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) berhasil mencatat pendapatan premi sebesar Rp3,3 triliun sepanjang tahun 2023, menurut laporan keuangannya yang dirilis dalam Harian Bisnis Indonesia edisi Selasa.
Angka ini menandai peningkatan sebesar 1,79% secara tahunan (year on year/yoy) dari pendapatan premi pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,25 triliun.
Dalam laporan keuangan yang sama, terungkap bahwa hasil underwriting yang dicatat oleh perseroan juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai Rp420 miliar pada tahun 2023. Ini menunjukkan kenaikan sebesar 44,3% yoy dibandingkan dengan jumlah yang dicatat pada tahun 2022, yang sebesar Rp291 miliar.
Namun demikian, hasil investasi yang diperoleh perusahaan turun 52,89% yoy menjadi Rp226 miliar pada 2023 dari sebelumnya Rp479 miliar pada 2022.
Hasilnya laba bersih perseroan ikut turun 55,4% yoy menjadi Rp102 miliar. Pada 2022, laba bersih yang diperoleh mencapai Rp231 miliar.
Dari sisi ekuitas, modal yang dimiliki Jasindo per akhir Desember 2023 mencapai Rp2,86 triliun. Ekuitas perseroan meningkat 6,04% yoy dibandingkan sebelumnya Rp2,7 triliun. Sementara liabilitas yang ditanggung menjadi Rp12 triliun.
Adapun liabilitas yang ditanggung perseroan turun 3,6% yoy dari sebelumnya Rp12,5 triliun. Lebih lanjut aset yang dimiliki Jasindo mencapai Rp15,1 triliun pada 2023, yang mana turun 1,85% yoy dibandingkan Rp15,4 triliun pada 2022.
Perinciannya aset berupa investasi sedikit naik menjadi Rp3 triliun dari sebelumnya Rp2,87 triliun. Sementara aset bukan investasi turun menjadi Rp12,1 triliun dari sebelumnya Rp12,57 triliun.
Tingkat kesehatan finansial perseroan apabila dilihat dari Risk Based Capital (RBC) mencapai 159,10% pada 2023, yang mana naik dari sebelumnya 149,53%. Angka tersebut masih di atas ambang batas yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 120%. Artikel ini kami lansir dari Bisnis.com

































