InfoEkonomi.ID – Penyaluran pembiayaan oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) menunjukkan peningkatan sebesar 3% pada kuartal pertama tahun 2024, meskipun terjadi penurunan dalam pembiayaan mobil secara umum.
Adira Finance berhasil meningkatkan penyaluran pembiayaan sebesar 3%, atau lebih dari Rp 300 miliar, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini membuat total penyaluran pembiayaan Adira Finance pada kuartal pertama tahun 2024 mencapai Rp 11 triliun.
Menurut Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, meskipun pembiayaan untuk mobil turun sebesar 3% atau sekitar Rp 100 miliar, hal ini dapat dikompensasi dengan kenaikan pembiayaan untuk sepeda motor dan pinjaman multi-guna, yang masing-masing mengalami kenaikan sekitar Rp 200 miliar.
Gani menjelaskan, “Penurunan dalam pembiayaan mobil tidak terlepas dari penurunan penjualan otomotif nasional, yang terbukti dari data penjualan ritel maupun grosir yang menunjukkan penurunan dua digit.”
Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan grosir (dari pabrik ke dealer) mobil nasional pada Januari-Maret 2024 mencapai 215.069 unit. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 23,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana penjualan mobil nasional mencapai 282.601 unit.
Secara keseluruhan, Adira Finance tetap melakukan underwriting yang berhati-hati dan selektif. “Kami selalu mempertimbangkan peluang pertumbuhan yang sehat dan menguntungkan, serta mengambil keputusan yang tepat,” tambahnya.
































