InfoEkonomi.ID – Komoditas pangan bawang merah dikabarkan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan bahkan ada yang sampai Rp84.000 per kg. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Menurut Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, lonjakan harga tersebut disebabkan oleh banyaknya pedagang yang belum kembali dari mudik Lebaran, menyebabkan stok bawang merah menipis di pasar.
Pasar induk, khususnya, terpengaruh karena pedagang yang belum kembali merupakan sumber pasokan bagi pengecer kecil.
Sebab, para pedagang yang belum kembali dari kampung halaman itu merupakan sumber pasokan bagi pengecer kecil. Oleh karena itu, harga bawang merah, khususnya di pasar induk tiba-tiba meroket.
“Khusus Lebaran, memang sebagian pedagang libur untuk kembali ke daerah asal, bersilaturahmi. Termasuk di Pasar Induk (belum kembali dari mudik),” ucapnya, dilansir dari CNN Indonesia, Minggu (21/4).
Sebelumnya diberitakan bahwa permintaan bawang merah meningkat setelah Idulfitri 1445 H, namun para petani sedikit menahan panennya karena absennya pedagang.
“Bila panen tetap dikerjakan harusnya harga malah jatuh karena tidak ada pembeli. Khusus produk hortikultura akan sangat volatile karena serapannya harian,” jelas Arief.
Mengutip Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga rata-rata bawang merah di pedagang eceran melambung hingga Rp51.680 per kg. Ini naik tinggi dibandingkan 1 April 2024 yang hanya Rp35.100 per kg.
Bahkan, harga bawang merah di Papua Tengah memecahkan rekor tertinggi se-Indonesia, yakni menembus Rp84.980 per kg. Harganya naik 64,43 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sedangkan di DKI Jakarta harga bawang merah dibanderol Rp69.520 per kg atau melesat 34,52 persen dibanding hari sebelumnya.
Harga bawang merah paling murah saat ini di kisaran Rp35.510 per kg, yakni di Kepulauan Riau.
































