InfoEkonomi.ID – Kinerja PT Bank BCA Digital (Blu), sukses menorehkan tren positif sepanjang dua bulan pertama tahun ini, dengan mencatat pertumbuhan laba bersih yang menggembirakan, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga. Fenomena ini sejalan dengan percepatan ekspansi kredit di sektor bank digital yang semakin pesat.
Blu berhasil menorehkan kinerja gemilang dan menunjukkan indikator pertumbuhan yang berkelanjutan. Meskipun baru berusia kurang dari tiga tahun, kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank ini mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Dalam upaya menghimpun dana masyarakat, Bank BCA Digital menawarkan tingkat bunga yang kompetitif, sejalan dengan praktik yang umum di kalangan bank digital lainnya. Akibatnya, pendapatan bunga bersihnya mengalami peningkatan yang signifikan, sementara beban operasional juga terkendali. Sebagai hasilnya, laba bersih Bank BCA Digital meroket secara mencolok.
Data keuangan menunjukkan bahwa dalam dua bulan pertama tahun ini, laba bersih Bank BCA Digital telah mencapai angka Rp16,04 miliar.
Dalam waktu 2,8 bulan sejak berdiri pada Juli 2021, BCA Digital telah berhasil menjaring dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 9,3 trilliun. Sedangkan kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp 4,48 triliun per Februari 2024. Likuiditas bank ini tercatat cukup bagus dengan loan to deposit ratio (LDR) 45%.
BCA Digital akan terus melakukan inovasi layanan dan produk serta memperkuat ekosistem digitalnya untuk menjaring nasabah lebih besar. Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga Halim mengatakan, Blu menargetkan jumlah nasabah tahun ini meningkat 20% dari 1,7 juta pada akhir 2023.
“Komposisi portofolio nasabah BCA Digital mayoritas berasal dari generasi Z (17–24 tahun) dan generasi milenial. Angkanya hampir mencapai 90% dari total nasabah,” kata Yoga, belum lama ini yang dilansir dari Kontan.co.id.

































