InfoEkonomi.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran program makan siang gratis yang diinisiasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka baru bisa dihitung sebulan lagi. Diketahui saat Sidang Kabinet Paripurna (26/2) lalu, program ini telah masuk ke Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Kendati demikian, Sri Mulyani mengatakan untuk detailnya akan dilihat dalam pembahasan mengenai pagu indikatif dari masing-masing kementerian/lembaga. Perhitungan anggarannya kemungkinan baru akan dilakukan sebulan lagi sambil menunggu hasil akhir pemilu.
“Untuk detailnya nanti kan kita lihat masih ada sebulan dan untuk menghormati proses Pemilu ya, bagaimana nanti hasil yang sudah formal, tapi pada saat ini semua persiapan tetap dilakukan sehingga nanti pada Maret kita melakukan rapat lagi untuk sidang kabinet mengenai pagu indikatif sudah mulai bisa diidentifikasikan program-program yang memang menjadi prioritas dari pemerintah selanjutnya namun masih dalam konteks wadah APBN yang sehat,” ucapnya yang dilansir dari detik.com.
Defisit APBN 2025 dirancang 2,45-2,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Rasio itu naik dibandingkan target yang ditetapkan tahun ini 2,29% dari PDB, namun masih di bawah batas 3%.
“Defisitnya antara 2,45-2,8% dari GDP. Bapak presiden meminta agar itu betul-betul dikendalikan dari sisi defisitnya sehingga dalam situasi global suku bunga tinggi dan gejolak dari sisi geopolitik, kepercayaan terhadap APBN masih bisa tetap dijaga,” kata Sri Mulyani.
Saat ditanya apakah defisit itu sudah memperhitungkan program makan siang dan susu gratis yang diusung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, Sri Mulyani menyebut itu sudah termasuk seluruh kebutuhan kementerian/lembaga (K/L) dan berbagai komitmen yang ada di 2025.
“Semuanya sudah harus masuk di situ. Jadi dalam defisit itu sudah termasuk seluruh kebutuhan kementerian/lembaga dan berbagai komitmen yang ada,” ucapnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan anggaran makan siang gratis yang diusung Prabowo-Gibran ditetapkan Rp 15 ribu per anak. Anggaran itu merata untuk seluruh daerah di luar program susu gratis.
“(Anggaran program makan siang gratis) per anak kira-kira Rp 15 ribu. Itu kan bisa dibuat macam-macam. Nanti akan ada pembahasan. Di luar susu,” kata Airlangga kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2024).
Saat ditanya menu makan siang gratis, Airlangga menyebut pemerintah membebaskan masing-masing daerah untuk menunya dengan anggaran tersebut.
“(Menunya) nah itu nanti dilepaskan ke daerah masing-masing, tidak menyeragamkan,” ucapnya.
































