InfoEkonomi.ID – Emiten pelat merah bidang konstruksi, PT Adhi Karya Tbk (Adhi) mengungkapkan masih berupaya mendapatkan kontrak baru senilai Rp27 triliun hingga akhir tahun 2023 ini.
Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto menyebut, proyeksi kontrak baru hingga akhir tahun 2023 masih sesuai guidance yang telah ditentukan di awal tahun ini.
“Kontrak baru ADHI masih sesuai guidance awal tahun dengan pertumbuhan 20% atau sebesar Rp 27 triliun,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Selain itu, Adhi jua masih menargetkan sejumlah proyek konstruksi untuk diperoleh hingga penghujung tahun 2023. Salah satunya ialah proyek bidang perkeretaapian dan proyek-proyek pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto tak memerinci lebih detail berapa tepatnya nilai proyek yang ingin didapatkan di sisa tahun ini.
“Selain itu ada beberapa proyek gedung dan infrastruktur lainnya,” ungkap Farid, Senin (13/11).
Adhi Karya mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp24,8 triliun hingga kuartal III 2023. Nilai kontrak anyar tersebut naik 37% secara tahunan (YoY), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perolehan kontrak baru tersebut masih didominasi oleh lini bisnis engineering dan construction yang mencapai 94% sedangkan sisanya berasal dari lini bisnis properti (3%) dan bisnis lainnya.
Jika diurai berdasarkan tipe pekerjaan, pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan sebesar 45%, pekerjaan Gedung 22%, pekerjaan perkeretaapian 17%, pekerjaan sumber daya air 9% sedangkan sisanya dari pekerjaan lainnya.
Sedangkan pada bulan Oktober 2023, perseroan juga telah memperoleh tambahan kontrak baru atas pekerjaan Pembangunan Proyek Pupuk Pusri IIIB di Palembang milik PT Pupuk Sriwidjaja dengan nilai porsi ADHI sebesar Rp1,4 triliun (15,1%) dan sisanya milik Wuhuan Engineering Company, dilansir dari Kontan.co.id
































