InfoEkonomi.ID – Perum Perumnas terus berupaya berinovasi memproduksi hunian terbaik yang tidak hanya menjadi sebuah tempat tinggal masyarakat, namun menjadi area pembangunan permukiman yang tentunya memancing pertumbuhan dan perkembangan perekonomian baru di sekitarnya.
“Perumnas terus menciptakan terobosan baru dalam inovasi hunian untuk memberikan manfaat yang maksimal serta mewujudkan finest living bagi masyarakat Indonesia,” papar Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Saddewa Soediro dalam keterangan resminya belum lama ini.
Terbaru, Perumnas tengah gencar menggarap hunian berkonsep TOD (Transit-Oriented Development) yang dirancang dalam program Hunian Milenial untuk Indonesia dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, di Samesta Mahata Margonda Depok pada April 2023 lalu.
Bila pada umumnya proyek Transit Oriented Development (TOD) atau hunian dekat stasiun dibangun dengan bentuk rumah susun atau apartemen, di Parung Panjang, proyek semacam ini dibangun dengan pendekatan berbeda. Kawasan huniannya dibangun dengan bentuk rumah tapak.
“Pada cluster baru Samesta Parayasa & Samesta Citra Surodinawan, kami menawarkan ragam fitur dan kemudahan yang cocok dengan milenial. Desain dan tata ruang hunian yang menggunakan warna-warna yang hangat, pencahayaan yang baik, dan pengaturan ruang yang fungsional seperti mezzanine dan taman indoor tentu akan menciptakan suasana yang homey dan nyaman bagi penghuni,” kata Direktur Utama Perumnas, Budi Saddewa Soediro dalam keteranganya belum lama ini.
Hunian Samesta Parayasa juga akan terkoneksi langsung dengan Stasiun Baru Parayasa yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
“Samesta Parayasa akan menjadi salah satu hunian TOD modern berikutnya di wilayah Jabodetabek. Bersama PT KAI, Perumnas juga menyuguhkan Stasiun Baru Parayasa yang nantinya akan membantu mobilitas penghuni, meningkatkan aksesibilitas kawasan hunian dan menambah moda transportasi bagi masyarakat di sekitar Parung Panjang,” terangnya.
Hunian Samesta Parayasa berada di Barat Serpong pada kawasan seluas 200 hektar dan menyediakan 2.933 unit hunian yang terbagi ke dalam tujuh cluster.
Dengan konsep baru, Samesta Parayasa menghadirkan Cluster Blue Bell dengan 3 tipe hunian (Calathea Sweet, Calathea Deluxe dan Calathea Premium) dengan harga mulai dari Rp400 jutaan.
Hunian Perumnas lain yang tampil dengan desain rumah baru, yaitu di Timur Jawa dengan nama Samesta Citra Surodinawan di Mojokerto.
Sama halnya dengan proyek Samesta Parayasa, hunian ini pun hadir dengan dua tipe yang mengedepankan kenyamanan dan kualitas dengan harga mulai dari Rp 380 jutaan.
Hadir di atas lahan sekitar 4 ha, meliputi kurang lebih 200 unit rumah, Samesta Citra Surodinawan pun berada di lokasi strategis yang terletak dekat dengan Stasiun Kereta Api, Rumah Sakit, Alun-Alun Kota, dan fasilitas umum lainnya.
“Perumnas berkomitmen untuk terus menyediakan hunian yang berkualitas secara merata pada proyek-proyek kami. Kami juga berupaya mendengar permintaan pasar dengan menghadirkan suasana baru pada tampilan produk Perumnas, sehingga hunian yang ditawarkan pun tidak hanya akan menjadi tempat tinggal yang nyaman, namun juga menjadi satu simpul baru kawasan yang serba terkoneksi dalam mendukung aktivitas,” tambah Budi.
Hal ini pun merupakan bentuk upaya Perumnas dalam mempercepat penyerapan kepemilikan hunian pada beberapa wilayah dan mengatasi permasalahan backlog hunian di Indonesia dengan dukungan Pemerintah melalui Penanaman Modal Negara pada kedua proyek tersebut.
“Adanya dukungan PMN sebesar Rp 1,56 triliun dari pemerintah kepada Perumnas di akhir tahun lalu, memberikan dampak positif pada pembangunan proyek Samesta Parayasa dan Samesta Citra Surodinawan serta proyek-proyek kami lainnya,” tutup Budi.
































