Permata Bank Terus Beradaptasi Hadapi Tantangan Digitalisasi

InfoEkonomi.ID – PT Bank Permata Tbk atau Permata Bank memiliki komitmen untuk terus memingkatkan serta mengembangkan berbagai layanan digital sebagai upaya dalam beradaptasi di tengah tantangan digitalisasi.

“Di tengah tantangan digitalisasi, kami senantiasa beradaptasi dan terus menyempurnakan produk serta layanan yang simple, fast dan reliable,” kata Presiden Direktur PT Bank Permata Tbk (BNLI) Meliza Musa Rusli dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (03/10/2023).

- Advertisement -

Berbagai fitur digital seperti aplikasi mobile banking PermataMobile X, internet banking PermataNet, teknologi Blockchain, API Banking, PermataQR, dan kantor cabang berkonsep model branch memberikan pengalaman perbankan yang terpadu untuk mendukung nasabah dalam menikmati produk-produk unggulan bank tersebut.

Bank tersebut juga memperkenalkan PermataPoin sebagai sebuah sistem reward eksklusif yang diberikan khusus untuk nasabah melalui PermataMobile X.

- Advertisement -

Dengan PermataPoin, nasabah dapat mengumpulkan poin-poin melalui berbagai jenis transaksi, mulai dari isi ulang hingga pembayaran tagihan. Poin yang terkumpul dapat digunakan sebagai alat pembayaran melalui QR Pay di PermataMobile X.

Semua aktivitas perbankan, mulai dari investasi, tabungan, layanan pinjaman, kartu kredit, asuransi, transfer, pembayaran, promosi dan cashback, serta produk perbankan unggulan lain dapat diakses secara on-line di PermataMobile X.

Bank Permata menjalin kerja sama dengan PT Dompet Karya Anak Bangsa (GoPay) mengimplementasikan fitur layanan transfer saldo GoPay ke bank melalui akses BI-Fast. Fitur tersebut memungkinkan nasabah melakukan layanan transfer dana dengan batas maksimal transaksi hingga Rp250 juta per transaksi.

Layanan BI-FAST merupakan wujud komitmen Bank Indonesia (BI) bersama industri sistem pembayaran dalam mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional.

- Advertisement -

BI-FAST adalah infrastruktur sistem pembayaran yang disediakan BI, yang dapat diakses melalui aplikasi ataupun kanal yang disediakan industri sistem pembayaran untuk memfasilitasi transaksi pembayaran ritel bagi masyarakat.

BI sebelumnya menyebutkan per 20 Maret 2023 peserta BI-FAST bertambah sebanyak 16 bank dan lembaga nonbank, sehingga jumlah keseluruhan hingga kini menjadi 122 peserta yang mewakili 94 persen dari pangsa sistem pembayaran ritel nasional.

BI mencatat transaksi BI-FAST Payment telah mencapai Rp1.393 triliun per Oktober 2022 dengan volume sebanyak 414 juta transaksi, dilansir dari antaranews

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img