InfoEkonomi.ID – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) salah satu perusahaan pembiayaan di Tanah Air, menambah target pembiayaan kendaraan listrik di tahun ini sebesar Rp160 miliar, dari yang sebelumnya hanya Rp100 miliar.
Penambahan target ini dikarenakan penyaluran kendaraan listrik hingga September 2023 telah mencapai Rp123 miliar. Artinya, angka tersebut telah jauh melampaui target perusahaan. Adapun, segmen mobil listrik masih mendominasi sekitar 67% dan sisanya segmen motor listrik.
“Target awal kita kan sebenarnya Rp 100 miliar, tapi sekarang saja sudah melebihi target,” ujar Direktur Portofolio Adira Finance Harry Latief saat ditemui di Mataram, akhir pekan lalu.
Harry melihat antusias masyarakat terhadap kendaraan listrik memang terus tumbuh. Sebagai gambaran, di tahun 2022 saja, pembiayaan Adira Finance di segmen ini hanya mencapai Rp 33 triliun.
Harry menambahkan bahwa dari segi pertumbuhan, segmen motor listrik sejatinya tumbuh lebih besar sekitar 200%.
“Harapannya ini marketnya lebih besar dan bisa membantu pemerintah yang memang fokus ke sana,” ujarnya, dialsnir dari Kontan.co.id
Harry menyadari saat ini kontribusi segmen kendaraan listrik masih kecil kontribusinya terhadap total pembiayaan Adira. Di periode yang sama, Adira Finance menyalurkan pembiayaan mencapai Rp 30,4 triliun atau tumbuh 38,8% secara tahunan (year on year/ YoY).
Seluruh segmen pembiayaan mengalami kenaikan terutama segmen sepeda motor yang tumbuh sebesar 44,9% YoY, diikuti segmen mobil 35,1% YoY, dan non otomotif 35,8% YoY. Di samping itu, Gross NPF Konsolidasi masih terjaga sekitar 2%.
































