Upaya Pengembangan JIGT, Pertamina Jalin Kerja Sama dengan Pelindo

InfoEkonomi.ID – Pertamina melalui anak usahanya PT Pertamina International Shipping dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi menandatangani kerja sama. Kerja sama ini sendiri dalam lingkup pengembangan Jakarta Integrated Green Terminal (JIGT).

Perjanjian pengembangan JIGT ditandatangani CEO PT Pertamina International Shipping (PIS) Yoki Firnandi dan Direktur Strategi Pelindo Prasetyo.

Acara peresmian kerja sama ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN I Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN II Rosan Perkasa Roeslani.

Selain itu, hadir juga Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina A. Salyadi Saputra, dan Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono.

Kartika Wirjoatmodjo memberi apresiasi kerja sama yang terjalin antar dua BUMN ini.

Menurut Kartika, pembangunan JIGT akan menjadi infrastruktur yang sangat strategis untuk pengembangan energi terbarukan ke depan.

“JIGT akan menampung multi green products yang dikelola secara green dan diharapkan menjadi flagship Pertamina dan Pelindo,” kata Kartika.

Hal tersebut dipertegas oleh Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.

Nicke Widyawati mengatakan bahwa JIGT akan dibangun lebih modern, ramah lingkungan dan akan menjadi yang tercanggih di Indonesia.

Terminal yang berlokasi di Kalibaru ini juga nantinya akan lebih besar dan melengkapi Integrated Terminal Plumpang.

“JIGT di Kalibaru dirancang sesuai dengan tren transisi energi serta pengembangan bisnis energi hijau masa depan Pertamina.”

“Selain itu juga menjadi terminal energi dengan standar operasional terbaik,” tutur Nicke.

Lebih lanjut, Nicke menjelaskan bahwa nantinya JIGT tidak hanya akan menampung bahan bakar seperti LPG, BBM, Gasoline, dan Biodiesel.

Akan tetapi, JIGT jga dirancang untuk menampung LNG, CPO, UCO (Used Cooking Oil), dan petrokimia.

“JIGT juga dirancang untuk mengantisipasi tren peningkatan kebutuhan energi yang sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Nicke.

Direktur Utama PIS, Yoki Firnandi mengatakan JIGT akan dibangun dan dikelola PIS.

Dengan luas area 64 hektare, JIGT diproyeksi memiliki kapasitas penampungan hingga 6,3 juta barel.

“Dalam pembangunannya, JIGT akan menerapkan aspek ESG dan bebas emisi.”

“JIGT nantinya akan dioperasikan dengan menerapkan sistem digital sehingga lebih aman, andal dan efisien,” tutup Yoki.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img