Food Station Targetkan Jadi Global Player

InfoEkonomi.ID – PT Food Station Tjipinang Jaya (Food Station) telah menargetkan ke depan akan menjadi global player. Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo saat diwawancarai khusus oleh CEO InfoEkonomi.ID Arief Munajad saat melakukan media visit ke Food Station.

“Ya, target Food Station ke depannya tentu saja akan menjadi global player. Walaupun saat ini kami sebagai BUMD DKI Jakarta, tapi kami punya keinginan juga menjadi global player,” ujar Pamrihadi di ruang kerjanya, Jumat (22/9).

Berikut petikan wawancaranya.

Berbicara mengenai program yang sudah dilakukan Food Station, seperti apa prestasi dan pencapaiannya?
Oke, jadi begini. Program pangan murah bersubsidi bukan programnya Food Station, tapi programnya Pemprov DKI Jakarta. Kami sebagai BUMD merupakan kepanjangan tangan dari Pemprov DKI Jakarta.

Jadi kepala daerah itu memiliki dua tangan, yang pertama adalah SKPD sama OPD yang kedua adalah BUMD. Nah, kepanjangan tangan itu yang selalu berkolaborasi. Dalam hal ini kolaborasinya adalah memberikan pelayanan publik kepada masyarakat DKI Jakarta dalam hal ketahanan pangan, yaitu dengan memberikan pangan murah bersubsidi.

Prestasinya apa? Nah, prestasinya adalah memastikan semua penerima manfaat service levelnya adalah 100 persen, artinya ketika warga masyarakat datang, mereka berhak datang membawa kartu, kita memberikan jaminan bahwasanya stoknya selalu ada. Nah itu adalah pelayanan publik.

Yang kedua adalah terkait dengan pencapaian-pencapaian, di mana pencapaian-pencapaian yang ada di Food Station tidak terlepas daripada support atau dukungan dari teman-teman kolega OPD dan SKPD.

Dulu Food Station itu hanya pengelola pasar induk, terus kemudian tahun 2018 kami bertransformasi untuk terlibat dalam tata niaga perberasan. Kemudian di tahun yang sama juga kami terlibat dalam membangun embrio dari ekosistem ketahanan pangan, yaitu mulai pertama bikin pabrik terus kemudian setelah itu kami melakukan kontrak farming, terus kemudian lebih ke hulu lagi, kami sekarang melakukan budidaya.

Budidaya artinya kami tanam sendiri berkolaborasi dengan petani terus hasilnya kami serap. Setelah diserap kami produksi, kami produksi kami jual. Nah tahapan yang ketiga adalah dalam rangka membangun ekosistem itu kami melakukan kerja sama yang namanya plasma inti, bagaimana mengembangkan ekonomi kerakyatan yang dulunya petani sekarang kita tambah lagi peternak. Untuk apa? Untuk bisa terlibat bersama-sama dalam ketahanan pangan di DKI Jakarta.

Boleh tahu target yang ingin diraih Food Station ke depannya?

Ya target food station ke depannya tentu saja akan menjadi global player. Global player dalam hal ini, saat ini kami walaupun kami sebagai BUMD DKI Jakarta tapi kami punya keinginan juga menjadi global player. Food Station juga bisa memberikan kontribusi buat Pemprov DKI Jakarta untuk dua hal yang pertama adalah memberikan dividen sebanyak mungkin kepada Pemprov DKI Jakarta, yang kedua adalah melakukan pelayanan publik, melakukan pelayanan publik itu yang menjadi DNA-nya kami.

Nah, terus kemudian selanjutnya adalah dalam rangka untuk menjadi pemain global atau global player saat ini sudah kami rintis contoh adalah produk-produk kami saat ini sudah ada di 32.000 outlet seluruh Indonesia mulai dari Aceh sampai Bali, baik outlet modern maupun tradisional dari Aceh sampai ke Bali 32.000.

Itu sudah memiliki brand sendiri, sudah ada merek sekarang?
Kami sudah ada brand jadi even pemain-pemain lokal pun ya menggunakan brand-nya mereka tapi diproduksi oleh Food Station.

Nah, menurut Anda mana yang lebih penting untuk didahulukan, corporate-nya atau produknya?

Jadi gini, branding itu corporate dan produk sama-sama penting. Jadi yang kami lakukan adalah kami melakukan branding dengan cost eficiency. Nah cost eficiency satu branding diorganisasikan dulu, kapabilitas keorganisasiannya, kapabilitas timnya kami untuk mendeliver atau kemampuan kami untuk memberikan pelayanan itu merupakan suatu branding. Word of mouth, begitu ya. Jadi akan viral.

Masyarakat kalau datang ke sini walaupun antri tapi dalam tempo sekian itu selesai. Contoh hari ini ada ribuan yang datang dari pagi jam tujuh dan sudah selesai tadi sekarang jam sembilan. Sudah selesai, padahal ribuan antri.

Jadi mereka merasa bahwasanya antri bukan satu hal yang yang apa namanya tabu. Kenapa? karena pelayanannya cepat, sehingga mereka sangat confidence antrinya. Saya sampai saat ini belum mendengar keluhan dari warga masyarakat yang ngantri, terus kemudian, kok lama sekali atau tidak dapat sama sekali. Yang kedua adalah memberikan kepastian, bahwasanya mereka datang ke sini mereka mendapatkan produknya. Karena bagaimanapun fungsi kami di sini adalah memberikan layanan kepada masyarakat.

Nah, yang ketiga baru kami memastikan produk yang kami produksi itu begitu keluar dari pabriknya Food Station adalah kualitas standar. Kami punya 8 pabrik yang dikelola oleh Food station, kadang kala produk yang sama diproduksi di pabrik yang berbeda-beda tapi output-nya itu sama. Jadi, walaupun prosesnya di tempat yang berbeda tapi kualitasnya sama. Nah itu yang memberikan confidence buat kami, bahwasanya pelanggan-pelanggan trust atau percaya dengan produknya Food Station dan kepercayaan itu yang kita anggap sebagai bagian dari word of mouth marketing.

Dari varian produk, varian product yang mana diunggulkan?

Kalau unggulan relatif semua produk yang keluar dari pabrik kami, di-launching kepada masyarakat itu setelah melalui proses uji dan proses riset and development dan seluruh direksi terlibat dalam ending memutuskan produk ini akan digemari oleh masyarakat atau tidak. Jadi praktis, kalau dibilang yang paling unggul, semuanya paling, semuanya prioritas.

Kami memang saat ini masih mengembangkan apa namanya transaksionalnya secara digital. Tahun lalu kami mengembangkan webstore-nya Food Station. Jadi, transaksi-transaksinya e-commerce melalui webstore terus, kemudian juga tentu saja dari mitra-mitra e-commerce kita yang lainnya gitu.

Kalau tidak salah ke depan, Food Station akan mengembangkan bisnis hingga ke daerah Indonesia Timur. Kapankah itu akan terlaksana?

Nah, kembali ke khittah-nya Food Station sebagai BUMD Pemprov DKI Jakarta. Jadi sementara prioritas kita adalah di DKI kecuali bilamana pemerintah pusat memberikan penugasan kepada Food Station, kami tidak mau mengambil peran BUMN yang saat ini memang saat ini sudah ada. Mereka punya kewajiban untuk melakukan pengendalian inflasi ketersediaan pasokan untuk wilayah Indonesia. Harusnya seperti itu. Namun demikian, bilamana ditugaskan untuk mengambil peran di wilayah timur, kami akan lakukan. Siap.

Boleh tahu pencapaian prestasi dan penghargaan untuk Food Station apa aja?

Saya sih lebih melihat bahwasanya penghargaan yang pihak luar berikan sebagai bentuk apresiasi dari apa yang dilakukan oleh Food Station selama beberapa waktu terakhir. Nah untuk tahun ini kami mendapatkan Brand Innovation, terus kemudian juga Human Capital Award, terus kemudian juga tentang apa namanya, Product Brand, gitu ya.

Jadi ada beberapa buat kami adalah merupakan satu pemicu atau pemacu supaya kami untuk bisa pertahankan apa yang sudah kami dapatkan dan kami bisa meraih ke depan untuk lebih baik gitulah.

Apa yang dilakukan sehingga teman-teman di Food Station dapat lebih meningkatkan atau mengimplementasikan apa yang Anda inginkan?

Jadi begini, kami membangun yang namanya satu sistem culture Innovation, artinya setiap orang yang berada di organisasi ini kita harapkan untuk bisa berpikir untuk melakukan suatu mulai dari satu hal yang sangat kecil saja. Katakanlah satu kegiatan apa sehingga adakah sesuatu hal yang baru. Kemudian adakah sesuatu hal yang menarik yang bisa membuat audiens itu tertarik untuk melihat kegiatan tersebut?

Nah mulai dari satu hal yang kecil tersebut sehingga kami merangsang kepada seluruh karyawan untuk bisa membuat inovasi-inovasi, karena kalau itu sudah terbiasa, budaya inovasi terbiasa pasti organisasi ini akan tetap selalu energik kemudian produk-produk yang akan kita launching itu bisa diterima oleh warga masyarakat.

Demikian cuplikan wawancara CEO infoEkonomi.ID Arief Munajad dengan Direktur Utama Food Station Pamrihadi Wiraryo. Untuk wawancara lengkapnya, silakan kunjungi channel Youtube Info Ekonomi TV dan jangan lupa subscribe, like dan komentarnya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img