InfoEkonomi.ID – PT Hutama Karya (Persero) memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM Binaan melalui BUMN SME’s HUB KTT ASEAN 2023. Kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 9 sampai 13 Mei 2023 di Labuan Bajo sebagai wujud dukungan BUMN agar UMKM Go Global.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan, kegiatan merupakan upaya Kementerian BUMN untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM ke kancah Internasional.
Kegiatan ini merupakan salah satu Side Event KTT ASEAN 2023 dengan tema “Asean Matters: Epicentrum of Growth”.
“Dalam momentum Side Event KTT ASEAN 2023 yaitu SME’s HUB merupakan salah satu agenda penting dalam memperkenalkan berbagai produk unggulan UMKM binaan milik Hutama Karya,” ujar Tjajho, dikutip Antara News Senin 15 Mei 2023.
Produk dari mitra binaan unggulan Hutama Karya yang dikirim dalam event ini yaitu KINNI Store dan Maradeca Coffee. KINNI Store telah menjadi Mitra Binaan Hutama Karya sejak 2020.
Namun produk utama dari KINNI Store yang ditawarkan adalah kain Sasirangan dan suvenir Sasirangan dengan bahan yang halus, nyaman serta model yang kekinian, dan saat ini telah banyak dipesan oleh instansi pemerintah daerah sekitar.
Sedangkan untuk Kopi Maradeca merupakan salah satu penghasil produk biji kopi berkualitas yang berasal dari hasil penanaman dan perawatan secara industri rumahan. Hingga saat ini produk Kopi Maradeca telah dipasarkan melalui beberapa kafe kopi yang berada di sekitar Bandung, Jakarta hingga Lampung.
“Melalui KTT ASEAN Summit 2023, Hutama Karya berharap berbagai produk unggulan mitra binaan perusahaan tidak hanya terkenal di Indonesia tapi juga ke depannya produk yang kami bina dan dampingi saat ini dapat dikenal dan dipasarkan hingga sampai ke mancanegara,” kata Tjahjo Purnomo.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa SME’s HUB ini merupakan salah satu bukti dukungan BUMN untuk mendorong UMKM Go Global melalui pendampingan, pembiayaan serta pembinaan langsung dari Rumah BUMN.
Lebih lanjut Erick mengatakan bahwa UMKM yang terlibat dalam SME’s HUB saat ini tidak kalah saing dan sudah menembus pasar Eropa dan Italia.
Menurutnya, UMKM merupakan ujung tombak dari pondasi ekonomi Indonesia, maka dari itu diperlukan fokus bersama pada pembinaan, target pasar dan pembiayaan.
































