InfoEkonomi.ID – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) salah satu perusahaan BUMN yang peka akan kebutuhan digitalisasi masyarakat di era modern. BNI kembali berinovasi menciptakan produk yang mengedepankan digitalisasi yang bernama BNI Giro Multi Currency, yang telah diluncurkan tahun 2022 lalu.
Adapun, Digitalisasi sudah merasuki segala bidang kehidupan manusia modern, termasuk dalam dunia perbankan. Sudah terbukti kalau transaksi perbankan menjadi sangat mudah dan cepat dengan adanya digitalisasi.
Latar Belakang BNI Giro Multi Currency
Ada tiga hal yang melatarbelakangi hadirnya BNI Giro Multi Currency ini.
Pertama, perseroan diamanatkan pemerintah untuk mendukung perkembangan bisnis internasional. Kedua, ekspor impor di Indonesia kembali bergeliat pasca pandemi Covid-19. Ketiga, kondisi ekspor impor di Indonesia yang semakin membaik.
BNI Giro Multi Currency ini diharapkan bisa mendorong percepatan arus digitalisasi untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, perseroan bisa memberikan implikasi positif pada efisiensi biaya pengelolaan rekening nasabah. Karena inovasi ini memungkinkan nasabah bisa memenuhi semua kebutuhan valuta asing dengan satu rekening.
Selama ini banyak nasabah yang mengatakan mereka memiliki banyak rekening, mereka jadi repot. Sementara bagi pebisnis, terutama dalam ekspor impor, kondisinya mengharuskan mereka punya banyak rekening. Hal ini merepotkan dalam pengelolaan dan laporannya.
Dengan menggunakan BNI Giro Multi Currency kerepotan akan banyak rekening, bisa diatasi.
Sembilan Mata Uang
BNI Giro Multi Currency menyediakan sembilan jenis mata uang, yaitu, rupiah (IDR), yen (JPY), pound stering (GBP), dolar Amerika Serikat (USD), euro (EUR), dolar Australia (AUD), dolar Singapura (SGD), dolar Hongkong (HKD) dan yuan China (CNY).
Dengan tersedianya sembilan jenis mata uang, inovasi terbaru ini sangat cocok digunakan bagi nasabah yang bergerak pada bidang perdagangan internasional, pertambangan, dan logistik.
BNI menyasar layanan ini pada nasabah yang termasuk korporasi besar. Jumlah mereka ada sekitar 4.000-an. Korporasi besar yang terkait ekspor impor sebagian besar berasal dari sektor pertanian, perkebunan, migas dan mineral.
Ada pula sektor yang sedang menjanjikan berkembang, yaitu sektor logistik. Ini ada hubungannya dengan pemesanan barang lewat e-commerce antar negara yang volumenya terus meningkat.
Dengan BNI Giro Multi Currency, nasabah akan lebih mudah melakukan proses bisnis internasional. Biaya lebih efisien, tidak repot, dan lebih cepat melakukan transaksi.

































