Mitratel (MTEL) Bakal Tebar Dividen Sebesar Rp1,76 Triliun

InfoEkonomi.ID – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) dalam RUPST menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2022 sebesar Rp1,76 triliun, atau setara dengan 99% dari laba bersih yang senilai Rp1,78 triliun. Dari jumlah tersebut, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), selaku pengendali Mitratel meraup dividen sebesar Rp1,2 triliun.

Saat ini, Telkom memegang 71,85% saham Mitratel. Adapun dividen per saham tahun buku 2022 sekitar Rp21,1. Pemegang saham Mitratel lain adalah sejumlah anchor investor, seperti Indonesia Investment Authority (INA) dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC), Abu Dhabi Growth Fund (ADG), dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).

- Advertisement -

Direktur Utama Mitratel (MTEL) Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, tahun lalu, perseroan mencatat pendapatan Rp7,73 triliun atau naik 12,51% dari Rp6,87 triliun pada 2021. Sepanjang 2022, laba bersih Mitratel melonjak 29,25% dari Rp1,38 triliun. Pria yang akrab disapa Teddy itu mengatakan, pembagian dividen sebagai bentuk komitmen Mitratel untuk memberikan value terbaik kepada para pemegang saham.

“Untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja positif tahun ini, perseroan menyusun strategi pengembangan ekosistem menara dengan terus menjaga pertumbuhan bisnis organik, ekspansi layanan pada ekosistem menara, dan menangkap peluang inorganik,” tutur Teddy.

- Advertisement -

Direktur Investasi Mitratel (MTEL) Hendra Purnama menjelaskan, rasio dividen yang besar didukung kondisi keuangan yang kuat. Keputusan ini juga dilatarbelakangi akuisisi 6.000 menara yang rampung lebih cepat, yakni pada 2022 dari tadinya dua atau tiga tahun sejak initial public offering (IPO) perseroan pada 2021.

“Dengan demikian, pendanaan untuk working capital sudah diamankan, karena arus kas saat ini sudah lebih dari cukup,” ujar Hendra.

Dalam RUPST 2023, Mitratel turut mengganti sejumlah direksi, dengan Agus Winarno menjadi direktur bisnis, serta Hastining Bagyo Astuti menjadi direktur operasi dan pembangunan perseroan. Keduanya, masing-masing menggantikan direktur bisnis Agus Winarno, serta direktur operasi dan pembangunan perseroan Pratignyo Arif Budiman, dilansir dari investor.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img