InfoEkonomi.ID – Bank Nagari salah satu PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat mencatatkan laba bersih Rp471,27 miliar pada 2022 lalu, naik 15,3% secara year-on-year (yoy) dibandingkan laba bersih di tahun sebelumnya yang sebesar Rp408,71 miliar. Berdasarkan publikasi di Bisnis Indonesia, Senin (20/3/2023) laba bersih Bank Nagari terdongkrak oleh tumbuhnya pendapatan bunga 5,57 persen yoy jadi Rp2,65 triliun.
Bank Nagari juga berhasil memangkas beban bunga 11,56 persen yoy menjadi Rp750,74 miliar. Hasilnya, pendapatan bunga bersih naik 14,45 persen yoy menjadi Rp1,90 triliun pada 2022. Sementara itu, rasio profitabilitas perseroan terus membaik. Imbal ekuitas (return on equity/ROE) Bank Nagari naik 84 basis poin (bps) menjadi 14,20 persen persen. Kemudian imbal aset (return on asset/ROA) Bank Nagari juga naik 3 bps menjadi 1,93 persen
Bank Nagari juga mencatatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) 7,09 persen pada 2022, naik 52 bps yoy. Pada posisi intermediasi, Bank milik Sumatera Barat itu juga telah menyalurkan kredit Rp22,46 triliun sepanjang 2022, naik 7,15 persen yoy.
Pertumbuhan kredit itu membuat aset Bank Sumbar tersebut terkerek 7,54 persen yoy menjadi Rp30,09 triliun per 31 Desember 2022. Peningkatan kredit diimbangi dengan penjagaan kualitas. Tercatat, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross Bank Nagari turun dari 2,49 persen pada 2021 menjadi 2,21 persen pada 2022. Kemudian, NPL nett perseroan turun dari 0,66 persen pada 2021 menjadi 0,18 persen pada 2022.
Bank Nagari telah mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) Rp24,55 triliun pada 2022, naik 6,83 persen yoy. Dana murah atau current account savings account (CASA) pun terkerek tipis 1,07 persen yoy menjadi Rp11,25 triliun, dikutip dari finansial.

































