Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Malang kembali turun langsung mendampingi pelaku usaha berorientasi ekspor melalui kegiatan asistensi ke Ayung Sportindo pada Senin (10/08) dan Anggora Nursery pada Kamis (20/08). Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi trade facilitator dan industrial assistance, khususnya dalam mendorong pelaku usaha untuk semakin siap menghadapi pasar internasional.
Ayung Sportindo adalah perusahaan yang bergerak di bidang konveksi dengan fokus pada produksi seragam kerja safety, jaket outdoor, riding apparel, dan sport apparel. Produk Ayung Sportindo tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga berhasil menjangkau pasar Malaysia dan Afrika.
Ayung Sportindo sendiri memiliki perjalanan panjang dalam mengembangkan industri konveksi di Kota Malang. Berawal dari pemanfaatan tenaga penjahit terampil di sekitar lingkungan Muharto, usaha ini terus berkembang dengan memproduksi berbagai kebutuhan pakaian khusus. Selain produk custom, perusahaan ini juga mengembangkan merek Otrahum yang berfokus pada produk outdoor, olahraga, dan safety wear.
Dalam dialog bersama Tim Klinik Ekspor, Asrul selaku pemilik Ayung Sportindo menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi perusahaan berada pada aspek ketersediaan bahan baku. Bahan tekstil yang digunakan sebagian diperoleh melalui proses impor dan pemasok yang berada di Tangerang. Kondisi tersebut membuat kelancaran produksi sangat bergantung pada ketersediaan dan ketepatan waktu pasokan bahan baku.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, mengungkapkan bahwa Tim Klinik Ekspor mendorong Ayung Sportindo untuk mengikuti forum business matching dan berbagai program pengembangan ekspor guna membuka peluang kerja sama dengan pasar baru.
“Dengan inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan jejaring pasar, Ayung Sportindo diharapkan semakin mampu membawa produk konveksi dari Malang untuk bersaing dan berkembang di pasar internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Anggora Nursery merupakan salah satu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bea Cukai Malang yang bergerak di bidang tanaman hias dengan produk unggulan berupa tanaman tanduk rusa (Platycerium willinckii). Dengan memanfaatkan lokapasar dan kanal digital, usaha yang berdiri sejak 2018 ini telah berhasil menjangkau pasar Jepang, Tailan, hingga Amerika.
Dalam diskusi bersama Tim Klinik Ekspor, Galang selaku pemilik Anggora Nursery menyampaikan perkembangan usaha serta strategi perusahaan dalam mempertahankan pasar internasional. Untuk mendukung kegiatan ekspor, Anggora Nursery juga telah melengkapi proses pengirimannya dengan dokumen pendukung, termasuk Phytosanitary Certificate sebagai salah satu persyaratan penting dalam perdagangan tanaman ke luar negeri.
Pitoyo menegaskan bahwa Bea Cukai Malang siap memberikan pendampingan terkait pengembangan usaha, peluang pasar ekspor, serta penguatan kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi pasar internasional. “Dengan inovasi produk dan pemanfaatan pemasaran digital, Anggora Nursery diharapkan terus berkembang dan membawa tanaman hias asal Kota Batu semakin dikenal di pasar dunia,” imbuhnya.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Bea Cukai Malang berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha dalam memperkuat fondasi ekspor.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































