Strategi UMKM Go Global, Bea Cukai Sulbagtara Buka Peluang Ekspor ke Hongkong dan Osaka

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar ekspor. Hal tersebut diwujudkan melalui asistensi kepada pelaku UMKM yang dilaksanakan baik secara daring maupun luring.

Pada Kamis (18/06), Kanwil Bea Cukai Sulbagtara menyelenggarakan edukasi daring Klinik Ekspor bertema “Strategi UMKM Menembus Pasar Hongkong” melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan tersebut menghadirkan Zaky Firmansyah, Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, sebagai keynote speaker, serta Aldin Jauhari, Konsul Perdagangan KJRI Hongkong, dan Rr. Ineswara Trihandia, BNI Xpora Business & Partnership Department Head, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Zaky Firmansyah menyampaikan bahwa Sulawesi Utara memiliki posisi strategis di kawasan Pasifik dan didukung oleh potensi komoditas ekspor yang kuat, mulai dari hasil perikanan, kelapa dan turunannya, pala, cengkeh, kopi, hingga berbagai produk olahan pangan. Ia menegaskan bahwa Sulawesi Utara bukan daerah yang baru belajar ekspor, melainkan daerah yang telah memiliki fondasi ekspor yang kuat dan terus berkembang.

Lebih lanjut, Zaky menjelaskan bahwa Hongkong dipilih sebagai fokus pembahasan karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Asia sekaligus gerbang menuju pasar Tiongkok dan berbagai negara lainnya. Menurutnya, peluang tersebut sangat relevan bagi Sulawesi Utara yang memiliki karakteristik komoditas sesuai dengan kebutuhan pasar Hongkong, khususnya produk perikanan, pangan premium, rempah-rempah, dan produk bernilai tambah.

Pada sesi pemaparan, Aldin Jauhari menjelaskan bahwa Hongkong merupakan pasar yang sangat menarik bagi produk Indonesia. Selain memiliki daya beli masyarakat yang tinggi, wilayah ini juga berperan sebagai pusat perdagangan internasional yang menghubungkan produsen dengan pasar global. Lebih dari 95 persen kebutuhan pangan dan barang konsumsi Hongkong berasal dari impor, sementara sebagian besar barang yang masuk kembali didistribusikan ke berbagai negara sehingga memberikan peluang lebih luas bagi eksportir Indonesia.

Aldin juga menyampaikan bahwa Hongkong menerapkan kebijakan perdagangan yang terbuka dengan pembebasan bea masuk untuk sebagian besar produk impor. Kondisi ini memberikan keuntungan kompetitif bagi produk Indonesia yang ingin memasuki pasar tersebut. Selain itu, Hongkong secara rutin menjadi tuan rumah berbagai pameran dagang internasional yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jaringan bisnis dan menjangkau calon pembeli dari berbagai negara.

Berdasarkan data perdagangan yang dipaparkan, nilai ekspor Indonesia ke Hongkong pada tahun 2025 tercatat mencapai sekitar USD2,29 miliar. Komoditas utama yang diekspor meliputi perhiasan, produk elektronik, logam mulia, batu bara, tembakau, produk tekstil, makanan dan minuman olahan, serta berbagai produk lainnya yang menunjukkan masih terbukanya peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan penetrasi pasar.

Sementara itu, Rr. Ineswara Trihandia menjelaskan berbagai tantangan yang masih dihadapi UMKM dalam memasuki pasar ekspor, antara lain daya saing produk, pemahaman terhadap prosedur dan perizinan ekspor, keterbatasan akses pembiayaan, akses pasar internasional, serta kapabilitas digital. Menurutnya, tantangan tersebut perlu diatasi melalui peningkatan kapasitas usaha, pendampingan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Melalui program BNI Xpora, BNI menghadirkan berbagai dukungan bagi UMKM melalui pendekatan Go Productive, Go Digital, dan Go Global. Dukungan tersebut mencakup edukasi dan pendampingan usaha, akses platform digital, business matching, akses pasar internasional, hingga berbagai solusi pembiayaan yang dirancang untuk membantu UMKM berkembang menjadi eksportir yang berdaya saing global.

Selain pembinaan secara daring, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara bersama BNI Regional Office 11 juga melaksanakan kegiatan forum diskusi ekspor bertema “Sinergi Kepabeanan dan Perbankan dalam Membuka Akses Pasar Osaka, Jepang” yang digelar secara luring di Aula BNI Kantor Wilayah 11 pada Jumat (19/06).

Kegiatan ini diikuti oleh para eksportir dari wilayah Manado dan Bitung sebagai upaya memperkuat pemahaman pelaku usaha terhadap aspek kepabeanan dan dukungan perbankan dalam pengembangan pasar ekspor ke Jepang.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Kanwil Bea Cukai Sulbagtara menyampaikan materi seputar tata laksana ekspor, proses pelayanan kepabeanan ekspor, pemenuhan ketentuan larangan dan pembatasan (lartas), mekanisme pembetulan data PEB, hingga berbagai sanksi yang dapat dikenakan apabila terjadi pelanggaran atau kesalahan dalam pemberitahuan ekspor.

Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya sinergi antara Bea Cukai dan perbankan dalam mendukung ekspansi pasar ekspor Indonesia, khususnya ke Osaka, Jepang.

Jepang merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia dan menempati peringkat keempat dalam kontribusi devisa ekspor Indonesia dengan nilai mencapai sekitar USD22,96 miliar. Osaka sendiri memiliki peran penting sebagai salah satu pusat perdagangan dan distribusi yang membuka peluang besar bagi produk unggulan Indonesia untuk memasuki pasar Jepang.

Kegiatan ini menegaskan peran Bea Cukai sebagai industrial assistance dan trade facilitator dalam mendorong industri dalam negeri untuk menembus pasar global. Melalui asistensi ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai karakteristik pasar Hongkong dan Jepang, strategi memasuki pasar internasional, serta berbagai fasilitas dan dukungan yang tersedia untuk mendukung kegiatan ekspor.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, sektor perbankan, dan pelaku usaha diharapkan mampu mendorong peningkatan ekspor daerah serta memperkuat kontribusi Sulawesi Utara dalam perdagangan internasional.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img