Pemerintah Dorong KEK sebagai Salah Satu Penunjang Pertumbuhan Ekonomi Baru di Masa Depan

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan salah satu kebijakan strategis Pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi nasional. KEK diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru, melalui percepatan industrialisasi, peningkatan nilai tambah, dan penguatan struktur ekonomi di berbagai wilayah, sehingga akan mampu merespons dinamika perekonomian global secara berkelanjutan.

“Pemerintah di bawah arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peran KEK dalam mendukung penguatan ekonomi nasional. Setiap Kementerian/Lembaga diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan potensi investasi yang masuk ke KEK, melalui upaya percepatan pembangunan infrastruktur wilayah, serta penyederhanaan dan percepatan perizinan berusaha. Oleh karenanya, dukungan lintas sektor menjadi kunci agar kontribusi KEK terhadap perekonomian nasional dapat terus meningkat,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menyampaikan arahan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Rakernas KEK) Triwulan I Tahun 2026, di Jakarta, Senin (27/4).

- Advertisement -

Dalam Konferensi Pers terkait Realisasi Investasi Triwulan I Tahun 2026 beberapa waktu lalu disebutkan bahwa realisasi pertumbuhan investasi di triwulan pertama 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau tumbuh 7,22% (yoy). Disusul oleh penyerapan tenaga kerja sebanyak 706.569 orang atau naik 18,93% (yoy). Dari keseluruhan investasi, sektor hilirisasi tetap menjadi kontributor terbesar dengan angka 30% dari total investasi.

Lebin lanjut, Menko Airlangga mencontohkan kebutuhan adanya data center di Indonesia dalam era artificial intelligence dan quantum computing seperti sekarang ini. Terdapat dua lokasi KEK yang dapat menjadi landing point dalam pembangunan data center di Indonesia yaitu Batam dan Bitung.

- Advertisement -

“Jadi data center ini adalah salah satu peluang. Oleh karena itu, kami minta kepada BUPP untuk terus memonitor, dan juga karena Pak Presiden Prabowo pernah mengatakan bahwa kita perlu fine tuning KEK-KEK yang sudah ada dengan fasilitasnya. Kita akan lanjutkan KEK-KEK yang betul-betul bisa beroperasi penuh dalam waktu 3-4 tahun ke depan sehingga betul-betul menunjang pertumbuhan ekonomi,” kata Menko Airlangga.

Pada 23 April lalu, Kemenko Perekonomian telah melaksanakan High-Level Roundtable Discussion Link and Match Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja di KEK bersama Menteri Ketenagakerjaan. Setiap BUPP didorong untuk mengoptimalkan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya dalam mengidentifikasi serta menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing KEK, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pelatihan vokasi yang tepat sasaran.

“Saya berharap hasil Rapat Kerja Nasional KEK yang akan berlangsung dalam dua hari ke depan ini dapat menuntaskan upaya debottlenecking berbagai isu yang saat ini dihadapi, sehingga pelaksanaan program dan kegiatan usaha di KEK dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam agenda kali ini yaitu antara lain Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Staf Khusus Menko Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan, serta perwakilan dari Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK dan dari Kantor Administrator KEK di seluruh Indonesia.

- Advertisement -

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News 

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img