InfoEkonomi.ID – PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) memberikan sinyal kuat untuk memperluas bisnisnya di sektor jalan tol setelah sukses menyelesaikan proyek Tol Cimanggis-Cibitung. Saat ini, BNBR bersama PT Bakrie Toll Road masing-masing memiliki 5% saham di PT Cimanggis Cibitung Tollways, pengelola tol tersebut.
Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, menyebutkan bahwa pihaknya terbuka untuk menggarap proyek jalan tol lainnya jika dinilai prospektif dan sesuai dengan target internal rate of return (IRR) perusahaan. “Opsi selalu terbuka. Jika prospeknya bagus dan sesuai perhitungan kami, tentu akan dieksplorasi,” ungkap Roy dilansir bisnis.com, Kamis (26/9).
Baca: Tol Cimanggis-Cibitung Berhasil Tekan Liabilitas dan Bunga Kredit
Roy menambahkan bahwa BNBR juga siap berpartisipasi dalam pembangunan jalan tol pada masa pemerintahan Prabowo Subianto, terlebih Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mencanangkan rencana pembangunan 2.300 kilometer tol baru. Rencana ini dinilai sejalan dengan fokus BNBR yang lebih nyaman menggarap proyek greenfield daripada mengakuisisi jalan tol yang sudah ada.
“Contoh proyek CCT [Cimanggis-Cibitung], kita sudah masuk dari tahap greenfield. Jadi kalau ada proyek greenfield lainnya yang menjanjikan, kenapa tidak?” ujar Roy. Meski demikian, ia menegaskan bahwa BNBR akan terlebih dahulu mengevaluasi operasional Tol Cimanggis-Cibitung sebelum melakukan ekspansi lebih lanjut.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan 2.300 km tol baru akan membutuhkan investasi sekitar Rp460 triliun. Proyek ini akan mencakup pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra, penyelesaian ruas Tol Trans Jawa, hingga pembangunan jalan tol di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Endra menekankan bahwa masterplan ini masih menunggu finalisasi dari pemerintahan baru yang akan memutuskan eksekusi setelah 20 Oktober 2024.
































