BTN Perluas Akses Kepemilikan Hunian Melalui Lelang Akbar Properti 2026

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memperkuat perannya dalam mendukung akses kepemilikan rumah bagi masyarakat melalui program Lelang Akbar BTN 2026. Melalui program tersebut, BTN menyiapkan sekitar 10.000 aset properti untuk dipasarkan kepada masyarakat dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan harga pasar.

Senior Executive Vice President (SEVP) Assets Management BTN, Benjamen Sihombing, mengatakan bahwa tren pembelian rumah seken (secondary market) dan aset lelang saat ini semakin diminati masyarakat karena menawarkan harga yang lebih terjangkau dengan lokasi yang umumnya telah berkembang dan didukung berbagai fasilitas penunjang.

Menurutnya, program lelang properti menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah maupun berinvestasi properti dengan biaya yang lebih efisien.

“Melalui Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga kompetitif sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat, transparan, dan mudah diakses masyarakat di Indonesia,” ujar Benjamen di Jakarta, Senin.

Dalam program tersebut, BTN menawarkan berbagai jenis properti, mulai dari rumah tapak, apartemen, rumah toko (ruko), hingga aset komersial lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Aset-aset yang dilelang berada di sejumlah kawasan strategis, mulai dari Jabodetabek, berbagai kota di Pulau Jawa, hingga sejumlah daerah di luar Pulau Jawa. Sebagian besar properti tersebut berada di lingkungan yang telah berkembang dengan dukungan infrastruktur dan fasilitas publik yang memadai.

BTN juga menawarkan harga yang menarik, dengan beberapa aset dijual hingga sekitar 40 persen di bawah harga pasar. Skema tersebut diharapkan dapat memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memiliki hunian dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan perumahan, BTN turut menyediakan fasilitas pembiayaan untuk pembelian rumah seken melalui skema kredit dengan bunga mulai dari 5 persen.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan komitmen BTN dalam mendukung program penyediaan hunian nasional, termasuk target pemerintah melalui Program 3 Juta Rumah.

Menurut Benjamen, keberadaan pasar rumah seken dan aset lelang yang semakin aktif dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat, terutama di tengah tingginya permintaan rumah yang masih terjadi di berbagai daerah.

Selain memperluas akses kepemilikan rumah, BTN juga ingin mendorong terciptanya ekosistem transaksi properti sekunder yang lebih sehat, transparan, dan efisien.

“BTN menargetkan tingkat keberhasilan lelang sebesar 35 persen sepanjang 2026 setelah sebelumnya berhasil mencatatkan performa laku lelang tertinggi di antara bank Himbara pada 2025 dengan realisasi mencapai 34,4 persen,” katanya.

Melalui Lelang Akbar BTN 2026, perseroan optimistis dapat membantu lebih banyak masyarakat memiliki rumah sekaligus meningkatkan pemanfaatan aset properti secara produktif. Program ini juga menjadi bagian dari strategi BTN dalam memperkuat pasar properti nasional dan mendukung pertumbuhan sektor perumahan yang berkelanjutan.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img