PAM Jaya Akan Tambah 19 Ribu Jaringan Air Perpipaan di 2024

InfoEkonomi.ID – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya atau PAM Jaya akan menambah jaringan air perpipaan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta. Dalam waktu dekat ini, bakal ada penambahan 19 ribu pelanggan baru.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan pihaknya berencana melakukan konstruksi pipa baru secara paralel mulai Agustus 2023 ini. Pengerjaannya dimulai dari kawasan Pondok Kopi, Jakarta Timur, yang masih menggunakan air tanah untuk kegiatan sehari-hari.

- Advertisement -

“Proyeksi terdekat, rencananya terdapat penambahan 19 ribu pelanggan baru,” kata Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin dalam diskusi bersama wartawan Balai Kota, Jakarta, Rabu.

Arief menuturkan rencana ini sebagai bentuk komitmen dalam menyalurkan air bersih untuk warga dengan menambah jaringan air perpipaan di sejumlah wilayah di Jakarta.

- Advertisement -

Menurut dia, kawasan Pondok Kopi selama ini masih menggunakan air tanah sebagai sumber air bersih untuk kegiatan sehari-hari.

“Ke depan, kita melakukan konstruksi pipa secara paralel sebanyak 19 ribu sambungan rumah,” katanya.

Arief menjelaskan, pengerjaan sambungan pipa baru ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) dari pemerintah pusat.

Karena itu, para pelanggan tak perlu khawatir lantaran tak dikenakan biaya pemasangan sebagai upaya sosialisasi pengalihan penggunaan air tanah ke air perpipaan.

- Advertisement -

“Bahkan dikasih (pemasangan) gratis itu aja kita perlu usaha untuk melalukan sosialisasi,” katanya.

Arief menuturkan penambahan jaringan pipa baru ini merupakan upaya jangka pendek PAM Jaya memperluas layanan yang ditargetkan selesai 2024.

Pihaknya sedang dalam proses percepatan perizinan dan secara paralel juga sedang pengerjaannya. Untuk jangka panjang, PAM Jaya menargetkan penyambungan pipa baru sepanjang tujuh ribu kilometer pada tahun 2030.

Jika rencana ini berhasil diwujudkan, maka Jakarta akan memiliki layanan air perpipaan 100 persen di seluruh wilayah.

“Menuju ke 2030, kita akan menyambung tujuh ribu kilometer perpipaan baru dengan pola model bundling investment dengan mitra kita,” katanya.
​​​​​​​
Kepala Sub Penyediaan Air Bersih Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Elisabeth Tarigan menambah pentingnya menyadarkan masyarakat agar beralih dari penggunaan air tanah ke air perpipaan.

Masyarakat perlu disadarkan penggunaan air tanah secara terus-menerus akan mengakibatkan kandungan air dalam tanah yang berkurang hingga mengakibatkan penurunan muka tanah.

Karena itu, PAM Jaya berkomitmen memperluas jaringan air perpipaan agar masyarakat bisa beralih dari menggunakan air tanah. “Pemprov optimis 2030 itu 100 persen itu pelayanan jaringan di seluruh Jakarta,” katanya.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img