PT Bahari Dewata Sejahtera sukses mengekspor 12 ton ikan kerapu hidup ke Hongkong, Tiongkok. Komoditas unggulan tersebut berasal dari Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra hasil laut berkualitas di Jawa Timur.
Ekspor ikan kerapu hidup ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar internasional terhadap produk perikanan Indonesia. Keberhasilan pengiriman tersebut menjadi bukti bahwa hasil perikanan dari wilayah kepulauan Madura memiliki daya saing dan mampu menarik minat konsumen di pasar global.
Keberhasilan ekspor 12 ton ikan kerapu hidup ini tidak terlepas dari peran Bea Cukai Madura yang secara aktif memberikan pendampingan kepada pelaku usaha. Melalui berbagai bentuk asistensi dan pelayanan, Bea Cukai turut mendukung kelancaran proses ekspor sehingga produk perikanan lokal dapat memenuhi persyaratan pasar internasional.
Kepala Bea Cukai Madura, Novian Dermawan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung para pelaku usaha di wilayah kerjanya. “Kami akan secara kontinu melakukan pendampingan kepada pelaku usaha di wilayah Madura, termasuk kepada PT Bahari Dewata Sejahtera, agar kegiatan ekspor dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































