Perkuat Ekosistem Danantara, Jasa Raharja Resmi Merampingkan Struktur Organisasi 2026

Jasa Raharja mengukuhkan Transformasi Struktur Organisasi Perusahaan Tahun 2026 di Kantor Pusat Jasa Raharja, Senin (2/11). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Direksi (Board of Directors/BOD) dan insan Jasa Raharja sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan untuk menyesuaikan struktur dan cara kerja organisasi dengan dinamika bisnis serta kebutuhan pelayanan masyarakat yang terus berkembang.

Sebagai BUMN yang menjalankan mandat perlindungan dasar bagi kecelakaan lalu lintas, perusahaan memandang penataan ini sebagai bagian dari upaya negara hadir bagi masyarakat. Selaras dengan penguatan ekosistem perlindungan sosial bersama Danantara Indonesia, pembaruan organisasi ini diharapkan mendukung pelayanan bagi masyarakat. Semangat Melayani Sepenuh Hati menjadi pegangan dalam menjalankan pelayanan publik.

Dalam sambutannya Direktur SDM, Umum, dan TI Jasa Raharja Rubi Handojo menekankan bahwa dinamika dan tantangan industri menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi, membangun agilitas, serta mengembangkan pola pikir terbuka dalam menghadapi perubahan.  “Di tengah tantangan industri yang terus berkembang, kita dituntut untuk selalu adaptif dan agile dalam merespons setiap dinamika. Kita juga perlu membangun open mindset, terbuka terhadap perubahan dan memberikan feedback yang konstruktif, serta selalu berorientasi pada solusi. Dengan cara kerja seperti ini, kita tidak hanya mampu merespons tantangan dengan lebih baik, tetapi juga terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi perusahaan,” ujar Rubi.

Sejalan dengan hal tersebut Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa perubahan struktur tidak berhenti pada pembaruan nomenklatur. “Bukan penamaan nomenklaturnya yang perlu dibahas, tapi perubahan cara berpikir kita dalam menyikapi tugas ke depan,” ujarnya. Awaluddin meminta para pimpinan unit yang baru dikukuhkan meninjau kembali tugas dan proses kerja di unit masingmasing. Mereka juga diminta memperbarui uraian pekerjaan yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan saat ini dan beberapa tahun mendatang.

Penataan organisasi Kantor Pusat Jasa Raharja ini merupakan tahap awal. Dalam struktur baru, jumlah kepala unit Jasa Raharja menjadi 14 orang dari sebelumnya 16 orang. Awaluddin menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan tidak hanya terletak pada organisasi yang lebih ramping, tetapi juga pada efektivitas dan hasil kerja setiap unit. Karena itu, setiap pimpinan diminta meninjau kembali tugas dan proses di unitnya, termasuk memperbarui uraian pekerjaan yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini maupun antisipasi kebutuhan dalam 2-3 tahun mendatang.

Agenda transformasi perusahaan berjalan pada beberapa bidang yang saling terkait, yaitu bisnis dan portofolio, infrastruktur dan sistem operasi, serta human capital yang mencakup people, culture, dan organization. Pada aspek organisasi, perubahan cara berpikir dan perilaku kerja perlu berjalan bersama dengan pembaruan proses, kesiapan sumber daya manusia, dan dukungan teknologi. Dengan demikian, perubahan struktur dapat menghasilkan kapabilitas yang dibutuhkan perusahaan, bukan hanya perubahan nama jabatan.

Awaluddin menjelaskan bahwa perusahaan perlu bertransformasi untuk merespons tekanan bisnis yang dinamis, meningkatkan agilitas organisasi, dan mempersiapkan perusahaan menghadapi masa depan. Perkembangan teknologi, perubahan ekosistem transportasi, serta meningkatnya kebutuhan layanan membuat organisasi perlu terus menyesuaikan diri. Dalam konteks tersebut, ia mengingatkan agar seluruh unit berani melakukan perbaikan yang terukur dan berdampak pada hasil kerja.

Inovasi, menurut Awaluddin, dapat dimulai dari langkah praktis dalam pekerjaan sehari-hari. Penyempurnaan prosedur dan pemangkasan tahapan proses yang tidak lagi diperlukan merupakan contoh perbaikan yang dapat dilakukan unit kerja. Ia meminta para pimpinan untuk mengidentifikasi perubahan yang dapat membuat unitnya bekerja lebih efektif, sekaligus memastikan setiap inisiatif memiliki dukungan yang diperlukan.

Jasa Raharja selanjutnya menyiapkan penataan organisasi kantor wilayah dan kantor cabang, yang ditargetkan selesai sebelum 31 Desember 2026. Persiapan struktur, pengawakan, sistem, serta proses kerja dilakukan agar unit-unit dapat menjalankan rencana kerja 2027 dengan lebih siap. Perusahaan juga mendorong setiap unit merumuskan hal baru yang akan dijalankan pada 2027 sebagai bagian dari tindak lanjut transformasi.

Pengukuhan ini menjadi tahap pertama pembaruan organisasi. Setelah penataan kantor wilayah dan cabang, Jasa Raharja akan melanjutkan pembaruan melalui penyempurnaan cara kerja dan proses di setiap unit. Persiapan ini diarahkan agar seluruh unit lebih siap menjalankan rencana kerja 2027 dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img