Kendalikan Harga Pangan Hulu-Hilir, Bapanas dan Bulog Masifkan Operasi Pasar Beras

Dua tahun komando dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tingkat inflasi Indonesia senantiasa terus dijaga kestabilannya secara kolaboratif. Ini dilakukan mulai dari pemerintah pusat hingga daerah tanpa terkecuali. Sampai hari ini, level inflasi tahunan Indonesia di September 2026 masih cukup terkendali di level 3,28 persen.

Raihan tersebut patut disyukuri lantaran apabila dibandingkan terhadap inflasi beberapa negara sahabat, ternyata masih ada negara sahabat yang mencatatkan inflasi yang cukup tinggi. Bahkan level inflasinya disebut sampai empat kali lipat dari tingkat inflasi tahunan Indonesia yang terakhir.

“Inflasinya (negara sahabat) kemarin kan (baru berkunjung), Arab Mesir, 12 persen inflasinya, dari 20 persen. Jadi kita bersyukur, Indonesia inflasi kita masih 3,28 persen dan terkendali,” ungkap Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian (Mentan) pada rapat pengendalian inflasi Kementerian Dalam Negeri dikutip di Jakarta pada Rabu (14/10/2026).

Sebagai informasi, tingkat inflasi tahunan Mesir sebagaimana dilaporkan Qatar News Agency pada September 2026 berada di 12,8 persen. Kendati demikian, tingkat inflasi Mesir saat ini mulai terkendali dan menurun dibandingkan inflasi Januari 2025 yang pernah menyentuh hingga 24 persen.

Oleh karena itu, Kepala Bapanas Amran membeberkan strategi pengendalian inflasi yang mesti dilakukan Indonesia. Kuncinya terletak pada bagaimana upaya pemerintah dalam mengatasi anomali pada dua sisi ekosistem pangan, yakni produsen di hulu dan konsumen di hilir.

“Ini anomalinya dua dua berteriak. Produsen dan konsumen berteriak. Produsen berteriak. (Daging) ayam, telur, beras, minyak goreng. (Padahal) surplus semua. Kita sudah ekspor. Tapi harganya (jangan biarkan) dia (mafia) sengaja matikan ini, supaya dia naik lagi harganya nanti. Kalau sudah mati petani peternak kecil, (harga) dia naik,” beber Amran.

Adapun mengenai petani padi, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman sudah menyatakan bahwa petani padi Indonesia saat ini sedang berbahagia. Harga gabah di tingkat petani memberikan profit nyata. Namun euforia di hulu ini dipastikan Amran akan berbarengan dengan operasi pasar di hilir agar harga beras juga terjaga.

“Petani senang kan, iya makanya operasi pasar, karena beras kita banyak. Saya sudah minta Bulog melakukan operasi pasar. Petani biarkan nikmati harganya,” ujar dia.

Operasi pasar tidak hanya dilaksanakan untuk menggelontorkan beras medium saja, melainkan termasuk beras premium ke pasaran. Untuk mendukung operasi pasar beras premium, stok beras komersial di Perum Bulog pun telah diperkuat pula. Dalam sebulan terakhir, stok beras komersial di Bulog telah diperkuat secara signifikan.

Dalam laporan Bapanas, per 14 Oktober stok beras komersial Bulog telah berada di angka 15,88 ribu ton. Jika dibandingkan terhadap sebulan sebelumnya, stok ini telah meningkat cukup drastis melebihi 1 kali lipatnya atau hingga 120,25 persen yang kala itu masih berada di kisaran 7,21 ribu ton.

Sementara, dapat dipastikan untuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam bentuk beras dengan kualitas medium di Bulog sangat memadai. Untuk pengucuran CBP dengan memberikan beras dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) ke masyarakat terus dilakukan. Program bantuan pangan beras juga dipastikan berlanjut.

Sebagaimana diketahui, untuk stabilisasi harga beras sampai akhir tahun, Bapanas mengambil langkah cepat dengan telah memberi penugasan tambahan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras kepada Bulog sebanyak 74,18 ribu ton dari sisa anggaran yang sudah ada di Bapanas.

Realisasinya sejak awal Oktober sampai 14 Oktober telah mencapai 52 ribu ton atau 70,19 persen. Langkah ini untuk mengantisipasi kekosongan stok beras SPHP di pasaran, karena sejak 23 September Bulog telah merealisasikan secara tuntas penugasan SPHP beras yang pertama sebanyak 828 ribu ton.

Selain itu, program bantuan pangan beras tahap ketiga di periode Oktober, November, dan Desember kepada sebanyak 33,24 juta penerima juga sedang berproses. Target salur diperkirakan dapat mulai disalurkan pada Oktober mendatang. Alokasi kebutuhan CBP untuk program direktif Presiden Prabowo Subianto ini dapat mencapai 997 ribu ton.

Upaya penstabilan harga beras tersebut turut diamini Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Mendagri Tito meminta agar pemerintah secara bersama-sama terus menjaga inflasi, terutama dari fluktuasi harga beras, telur, dan daging ayam ras.

“Kalau kita lihat penyumbang utamanya (inflasi secara bulanan) adalah aneka cabai, daging ayam ras. Kemudian beras dan telur ayam ras. Tiga ini. Ini penyumbang yang perlu kita waspadai. Jangan sampai menembus threshold (ambang batas) 3,5 persen,” kata Tito.

“Kalau cabai kita tidak begitu khawatir, karena bukan komoditas utama. Tapi kalau sudah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras, itu kita perlu waspada betul,” ujar Mendagri Tito.

Untuk upaya penstabilan produk ternak unggas, intervensi dilakukan sejak di hulu yang menyasar ke peternak unggas. Salah satunya melalui pelaksanaan program SPHP jagung pakan.

Kepala Bapanas Amran telah menginstruksikan Perum Bulog untuk terus melayani peternak unggas yang membutuhkan jagung pakan dengan harga lebih ekonomis. Alokasi SPHP jagung pakan pun rencananya akan ditambah 150 ribu ton.

Surplus pada daging ayam ras ini tentunya harus dijaga pemerintah secara proporsional. Keseimbangan harga mulai dari hulu sampai hilir patut dijaga kewajarannya. Intervensi di hilir seperti subsidi biaya angkut juga diiringi melalui intervensi di hulu yang menyasar ke peternak unggas.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img