Aktivitas di lingkungan peternakan bukan hanya tentang merawat ternak dan menghasilkan produk pangan. Di balik kegiatan tersebut, terdapat ruang pembelajaran yang dapat membentuk keterampilan, pengalaman kerja, sekaligus membuka peluang profesi bagi generasi muda.
Potensi itu terlihat dalam pelaksanaan Program Magang Hub di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal dunia kerja secara langsung sekaligus terlibat dalam berbagai aktivitas teknis peternakan, khususnya pada komoditas sapi perah.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI, Cris Kuntadi, melihat langsung pelaksanaan program tersebut saat melakukan monitoring dan evaluasi di BBPTUHPT Baturraden, Jumat (18/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat perkembangan peserta sekaligus menggali potensi subsektor peternakan sebagai ruang pengembangan kompetensi tenaga kerja.
Didampingi Kepala BBPTUHPT Baturraden Dani Kusworo, Cris Kuntadi berdialog dengan delapan peserta Program Magang Hub. Para peserta menceritakan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan, termasuk keterlibatan dalam pekerjaan teknis yang berlangsung di lingkungan balai.
Dani Kusworo mengatakan, keterlibatan langsung peserta dalam aktivitas balai menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga belajar memahami tanggung jawab pekerjaan serta kebutuhan teknis yang ditemui di lapangan.
“Program ini sangat baik. Selain memberikan pengalaman dan kesempatan kepada peserta untuk mengasah tugas teknis di lapangan, sesuai kebutuhan Balai pada tugas teknis sehingga memahami tanggung jawab dan memiliki pengalaman kerja yang nyata,” ujar Dani.
Menurutnya, lingkungan BBPTUHPT Baturraden memberikan ruang yang luas bagi peserta untuk mengenal berbagai aktivitas pengelolaan peternakan. Mulai dari pembibitan ternak unggul, pemeliharaan sapi perah, hingga produksi hasil peternakan menjadi bagian dari pengalaman yang dapat diperoleh selama mengikuti program.
Dani juga menilai pengalaman praktik penting karena subsektor peternakan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis. Pemahaman terhadap kondisi lapangan diharapkan dapat menjadi bekal peserta ketika memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha di bidang peternakan.
Selain itu, kegiatan magang menjadi sarana untuk memperkenalkan luasnya bidang pekerjaan di sektor peternakan kepada generasi muda. Menurut Dani, peluang profesi tidak terbatas pada kegiatan pemeliharaan ternak, tetapi juga mencakup pembibitan, kesehatan hewan, pakan, produksi, pengolahan hasil, hingga manajemen usaha peternakan.
Dani berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama berada di BBPTUHPT Baturraden dapat menjadi modal untuk mengembangkan karier maupun usaha setelah menyelesaikan program magang. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat keterhubungan antara kebutuhan dunia kerja dan pengembangan kompetensi generasi muda.
“Kami ingin peserta melihat bahwa peternakan memiliki prospek yang luas. Setelah selesai magang, pengalaman yang mereka dapatkan bisa menjadi bekal untuk bekerja, mengembangkan usaha, atau melanjutkan kompetensi mereka di bidang peternakan,” tutur Dani.
Pengalaman lapangan tersebut semakin lengkap ketika Cris Kuntadi melihat langsung aktivitas di Farm BBPTUHPT Baturraden. Di lokasi itu, ia menyaksikan kegiatan pembibitan ternak unggul sekaligus proses produksi susu pasteurisasi yang menjadi bagian dari aktivitas balai.
Dalam kunjungan tersebut juga mengemuka gagasan untuk memperluas ruang pembelajaran dan kesempatan kerja pada subsektor peternakan kambing yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan di masyarakat.
Cris Kuntadi menilai pengalaman yang diperoleh melalui program magang dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mengenali dunia kerja sejak dini. Interaksi langsung dengan lingkungan kerja juga membuka kesempatan bagi peserta untuk memahami kebutuhan kompetensi yang diperlukan di lapangan.
“Program magang seperti ini memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk belajar langsung di dunia kerja. Mereka bisa melihat bagaimana pekerjaan dilakukan, memahami tanggung jawabnya, sekaligus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan,” kata Cris.
Cris menilai sinergi antara dunia pendidikan, dunia kerja, dan instansi pemerintah menjadi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang siap bekerja sekaligus mampu melihat peluang usaha. Menurutnya, program magang dapat menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan kebutuhan tersebut.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Balai memiliki lingkungan dan aktivitas kerja yang bisa menjadi tempat belajar, sementara peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan. Harapannya, setelah selesai mereka sudah memiliki gambaran dan pengalaman untuk melangkah ke dunia kerja,” pungkas Cris.
Melalui Program Magang Hub, BBPTUHPT Baturraden tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya aktivitas peternakan, tetapi juga ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi, keterampilan, dan peluang ekonomi di sektor peternakan. Langkah ini sekaligus memperkuat keterhubungan antara pengembangan kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan sektor peternakan di masa depan.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































