Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FTUH) menganugerahkan Engineering Award kepada Dr. Kaharuddin Djenod, M.Eng., Direktur Utama PT PAL Indonesia, pada puncak acara Dies Natalis Ke-66 FTUH bertema “Engineering for a Sustainable Future” yang berlangsung di Kampus Unhas Fakultas Teknik.
Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya sebagai inovator teknologi kapal selam otonom (KSOT) yang berdampak langsung pada penguatan pertahanan dan ketahanan nasional Indonesia serta transformasi Industri Maritim 4.0 melalui pemanfaatan teknologi digital dalam proses bisnis, engineering, dan manufaktur.
Lebih lanjut transformasi tersebut menunjukkan bahwa inovasi rekayasa tidak selalu berhenti pada penciptaan suatu produk baru, namun juga mencakup kemampuan membangun sistem, proses, dan ekosistem teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, efisiensi, serta daya saing industri.
Djenod menuturkan “Penghargaan ini saya terima bukan untuk pribadi, tetapi untuk seluruh insinyur dan anak bangsa yang bekerja siang malam di galangan PT PAL, inovasi lahir dari keyakinan bahwa Indonesia tidak boleh selamanya bergantung pada teknologi pertahanan dari luar”.
Sebagai salah satu contoh deretan inovasi RnD yang lahir dari dampak transformasi adalah KSOT, Torpedo Piranha serta USV Kamikaze. intervensi inovasi tersebut mencerminkan strategi PT PAL dalam memprioritaskan pemenuhan kebutuhan alutsista dalam negeri untuk menjaga kedaulatan laut, sebelum menggarap potensi pasar ekspor secara lebih luas.
“Dunia rekayasa pertahanan itu bukan hal yang jauh atau eksklusif. Ia dimulai dari keberanian mengerjakan hal yang belum pernah dikerjakan orang lain di negeri ini dan itu yang terus kami lakukan di PT PAL. Kita juga harus bangga bahwa kemampuan kita sudah diperhitungkan dalam persaingan industri pertahanan global”, Djenod menambahkan.
Penganugerahan Engineering Award kepada Kaharuddin Djenod juga disampaikan tentang keberlanjutan kerja sama antar institusi pendidikan dengan industri. “PT PAL Indonesia dan Universitas Hasanuddin (UNHAS) akan berkolaborasi dalam mendukung pembangunan kemandirian maritim Indonesia.”, pungkas Djenod
Sebagai informasi sepintas akademik Kaharuddin Djenod memiliki keterkaitan dengan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin ketika pada tahun 1990 ia mengawali pendidikan tinggi di Jurusan Teknik Perkapalan. Perjalanan tersebut kemudian membawanya memperoleh beasiswa Program Habibie untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Djenod menempuh pendidikan di bidang Naval Architecture pada Nagasaki Institute of Applied Science dan melanjutkan pendidikan pascasarjana di Hiroshima University. Pada jenjang pendidikan lanjut, ia mendalami desain perkapa3lan yang dipadukan dengan pendekatan komputasi dan Artificial Intelligence.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































