Bantuan Pangan (Banpang) beras yang kembali disalurkan pemerintah merupakan wujud perhatian dan kecintaan Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat. Melalui bantuan tersebut, pemerintah memastikan masyarakat yang membutuhkan tetap memperoleh akses pangan, sekaligus merasakan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bantuan pangan merupakan amanah Presiden yang diberikan kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini adalah bantuan dari Bapak Presiden Republik Indonesia. Totalnya 33,24 juta penerima seluruh Indonesia. Ini bentuk kecintaan Bapak Presiden kepada rakyat Indonesia,” ujar Kepala Bapanas Amran dalam kunjungan kerja dalam rangka penyalurkan bantuan pangan beras di Kampung Mekar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (25/8/2026).
“Di Lampung ada 1,2 juta penerima bantuan pangan. Salam hormat dari Bapak Presiden, salam hormat buat Bapak dan Ibu semuanya,” kata Kepala Bapanas Amran.
Sebagai bentuk konkrit perhatian pemerintah kepada masyarakat, selama periode penyaluran PBP yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman akan terus hadir di sejumlah daerah untuk menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat penerima. Sebelumnya Amran menyerahkan langsung banpang beras di Labuan Bajo NTT pada Rabu (19/8/2026) dan di Surabaya, Jatim pada Rabu (12/8/2026) Kehadiran tersebut sekaligus membawa pesan dan salam dari Presiden kepada masyarakat di berbagai daerah, bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
Salah seorang penerima Banpang, Sugiarti, mengungkapkan terima kasihnya kepada pemerintah atas adanya bantuan pangan tersebut,
“Alhamdulillah saya bersyukur sekali dengan adanya bantuan ini. Ini membantu sekali bagi saya. Apalagi saya tidak bekerja, dan suami sudah meninggal. Sehari-hari anak saya yang lulusan SMP yang nyari nafkah,” ungkapnya.
Hal yang sama dirasakan Suria, juga seorang ibu rumah rangga. Penghasilan sang suami yang bekerja sebagai buruh bangunan masih belum cukup memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
“Terima kasih Alhamdulillah senang sekali. Semoga masih dapat lagi nantinya,” katanya.
Adapun banpang beras digelontorkan untuk periode Juli–September 2026. penyaluran di Provinsi Lampung menyasar 1.242.582 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total beras yang disalurkan sebanyak 37.277.460 kilogram.
Penyaluran tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kabupaten Lampung Tengah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah penerima terbesar, yakni 187.359 PBP dengan alokasi beras sebanyak 5.620.770 kilogram. Lampung Selatan mencakup 182.398 PBP atau 5.471.940 kilogram, Lampung Timur 171.418 PBP atau 5.142.540 kilogram, Lampung Utara 116.147 PBP atau 3.484.410 kilogram, serta Kota Bandar Lampung 96.919 PBP atau 2.907.570 kilogram.
Sementara itu, penyaluran bantuan pangan yang dihadiri langsung Kepala Bapanas Amran di Kampung Mekar Jaya, Lampung Tengah, diberikan kepada 581 PBP dengan total 17.430 kilogram beras. Masing-masing penerima memperoleh 30 kilogram beras untuk alokasi Juli–September 2026.
Amran menegaskan, perhatian pemerintah kepada masyarakat melalui bantuan pangan berjalan seiring dengan terus menguatnya stok beras pemerintah yang ada di Bulog. Hingga saat ini, stok beras pemerintah berada pada level tertinggi dalam sejarah.
“Bantuan pangan ini kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, stok beras kita tertinggi dalam sejarah, mencapai 5,2 juta ton,” ujarnya.
Tingginya stok tersebut menjadi salah satu indikator semakin kuatnya kemampuan pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras nasional. Bahkan, pemerintah telah menambah kapasitas pergudangan dengan menyewa gudang untuk menyimpan stok hingga sekitar 2 juta ton.
Penguatan stok nasional juga didukung oleh peningkatan produksi pangan dalam negeri. Indonesia saat ini tidak lagi melakukan impor beras, bahkan telah mampu membuka pasar ekspor ke sejumlah negara.
“Kita juga sudah tidak impor, bahkan saat ini bisa ekspor, seperti ke Malaysia, Palestina, dan Arab Saudi. Ke depan kita ingin memperluas lagi seperti ke Timor-Leste,” kata Amran.
Bantuan pangan dan penguatan produksi nasional menjadi dua sisi dari kebijakan pangan pemerintah. Di satu sisi, negara memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan bantuan pangan. Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat produksi dan cadangan pangan agar Indonesia semakin berdaulat dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































