Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok, kehadiran bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau menjadi harapan yang dinanti. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), pemerintah terus memperluas akses masyarakat terhadap pangan sebagai upaya menjaga daya beli sekaligus memperkuat stabilitas harga.
Harapan itu terlihat di Kantor Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, saat kegiatan pangan murah digelar pada Selasa (21/7/2026). Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk membeli berbagai komoditas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan di pasaran. Minyak goreng dijual Rp18.500 per liter, gula pasir Rp15.500 per kilogram, bawang merah dan bawang putih Rp10.000 per kemasan, daging ayam Rp33.000 per ekor, beras Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, serta telur ayam Rp21.500 per kilogram.
Ramainya antusias masyarakat menjadi gambaran bahwa program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan warga. Selain membantu menghemat pengeluaran rumah tangga, kegiatan ini memberikan kemudahan memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat.
Pelaksanaan program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), sebelumnya menyampaikan bahwa inflasi yang tetap terkendali hingga akhir 2025 mencerminkan efektivitas sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan. Berbagai instrumen, mulai dari program pangan murah, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, hingga bantuan pangan, terus diperkuat agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih tenang dan daya beli tetap terjaga.
Di Kelurahan Nanggewer, manfaat kebijakan tersebut dirasakan langsung oleh warga. Lurah Nanggewer, Fatur Ari Setyanto, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu karena dinilai mampu membantu berbagai kalangan memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Kami tentu sangat mengapresiasi kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di Kantor Kelurahan Nanggewer. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat dalam membeli kebutuhan pokok. Manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan,” ujar Fatur.
Harapan Fatur, agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih rutin dengan pilihan komoditas yang semakin beragam sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan warga.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi suatu hal yang rutin atau lebih intens kembali digiatkan. Kami juga berharap dari berbagai sumber, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun kabupaten, terus mendukung dan tetap konsisten memberikan hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Cibinong, M. Arief Budiman. Menurutnya, kegiatan pangan murah menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok tetap terjaga sekaligus mendukung stabilitas harga di tingkat konsumen.
“Yang pasti kegiatan ini sangat positif, karena pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat mudah mengakses kebutuhan pokok. Terlebih juga ini dalam upaya kita menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok,” ujar Arief.
“Harapan kami dari pihak pemerintah, mudah-mudahan dengan adanya kegiatan GPM ini atau Gerakan Pangan Murah, harga bahan pokok di tengah masyarakat itu bisa stabil, masyarakat bisa mudah mengakses harga-harga sembako itu dengan lebih terjangkau. Insya Allah kegiatan GPM ini akan terus berlanjut dan apabila memang berdampak positif, intensitasnya juga akan ditambahkan,” ungkapnya.
Bagi warga, manfaat program ini terasa langsung dalam pengeluaran sehari-hari. Febriyati mengaku mengetahui informasi kegiatan tersebut dari pengurus RT dan memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli beras, gula, minyak goreng, telur, ayam, hingga nugget karena selisih harganya cukup jauh dibandingkan tempat ia biasa berbelanja. Pengalaman serupa dirasakan Neni yang hampir selalu datang setiap kali kegiatan serupa digelar karena mampu menghemat kebutuhan rumah tangga.
“Alhamdulillah sangat membantu perekonomian keluarga. Harganya jauh lebih murah daripada di luar. Semoga kegiatan seperti ini lebih sering diadakan dan jangan jauh-jauh supaya kami bisa terus menikmati harga murah,” ujar Febriyati. Sementara itu, Neni mengatakan, “Menurut saya Gerakan Pangan Murah ini sangat membantu ibu-ibu karena harganya lebih murah. Kalau ada kegiatan seperti ini saya selalu datang. Perbandingan harganya dengan di pasar lumayan jauh, jadi sangat membantu kebutuhan keluarga.”
Kehadiran kegiatan pangan murah di Kelurahan Nanggewer menjadi salah satu wujud sinergi Badan Pangan Nasional bersama pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat. Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan, pemerintah terus memperkuat berbagai langkah stabilisasi agar pasokan tetap tersedia, harga tetap terkendali, dan setiap keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan lebih mudah. Dengan kolaborasi yang semakin erat, optimisme untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional terus tumbuh di berbagai daerah.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































