Dalam mendukung ekspor nasional, Bea Cukai terus berupaya meningkatkan sinergi dengan berbagai instansi, baik dari sektor pemerintahan maupun sektor swasta. Hal tersebut tecermin dari partisipasi aktif Bea Cukai dalam kegiatan forum diskusi nasional dan forum perdagangan internasional yang dilaksanakan pada Juni 2026.
Pada Rabu (17/06), Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara berpartisipasi dalam North Sulawesi Trade Forum 2026 yang membahas implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) serta peluang dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha ekspor di daerah.
Kegiatan tersebut menjadi wadah diskusi antara pelaku usaha, regulator, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan daya saing ekspor nasional. Selain Bea Cukai, kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara serta berbagai pelaku usaha yang terlibat dalam ekosistem perdagangan internasional.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah implementasi kebijakan DHE SDA sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2026. Kebijakan tersebut mengatur kewajiban penempatan devisa hasil ekspor dari sektor sumber daya alam ke dalam sistem keuangan nasional melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain itu, kerja sama Bea Cukai dengan sektor swasta dalam rangka dukungan ekspor juga dilaksanakan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bea Cukai Kendari mengundang narasumber dari PT Sucofindo Cabang Kendari dan PT Surveyor Indonesia Cabang Kendari untuk mengisi kegiatan peningkatan kompetensi pegawai pada Rabu (17/06) di Kantor Bea Cukai Kendari.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk untuk meningkatkan pemahaman pegawai Bea Cukai Kendari mengenai teknik sampling yang sesuai standar industri, memperkuat akurasi dan konsistensi hasil analisis, serta mendukung terciptanya hasil pengujian yang andal dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting dalam pelaksanaan tugas pengawasan dan pelayanan kepabeanan, khususnya terhadap komoditas ekspor unggulan Sulawesi Tenggara.
Kegiatan dukungan ekspor juga ditunjukkan oleh partisipasi Bea Cukai dalam kegiatan West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat pada 12–14 Juni 2026 di Hall Lantai 2, Summarecon Mall Bandung. Melalui partisipasi tersebut, Bea Cukai membuka booth layanan informasi, serta konsultasi kepabeanan dan cukai bagi para pelaku usaha guna memberikan edukasi mengenai prosedur ekspor, fasilitas kepabeanan, dan berbagai kemudahan untuk menembus pasar global.
Kegiatan WIITEX 2026 mengusung tema “The Golden Belt of Java: Coffee, Tea, and Cocoa for the Future” tersebut menghadirkan sekitar 80 pelaku usaha dari sektor kopi, teh, kakao, serta industri mesin dan pendukungnya. Kegiatan ini menjadi wadah promosi komoditas unggulan Jawa Barat sekaligus sarana mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli baik dari dalam maupun luar negeri.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa partisipasi Bea Cukai dalam forum tersebut menjadi wujud komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekspor nasional dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mengembangkan potensi komoditas unggulan Indonesia menuju pasar global.
“Melalui kegiatan tersebut, kami berharap dapat mendorong pertumbuhan ekspor di daerah sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor. Kami juga berharap pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai ekspor,” pungkasnya.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































