Banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas dan potensi besar untuk memasuki pasar internasional. Namun, keterbatasan informasi, akses pasar, dan pemahaman mengenai prosedur ekspor masih menjadi tantangan yang menghambat langkah mereka untuk menembus pasar global.
Sebagai bentuk pelaksanaan fungsi trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai Malang terus memberikan pendampingan kepada UMKM berorientasi ekspor melalui berbagai kegiatan asistensi. Pada Rabu (01/07), Bea Cukai Malang melaksanakan asistensi ekspor kepada UMKM Restu Sayur Malang yang berlokasi di Jalan Tlogo Al Kautsar, Kota Malang.
Kegiatan yang dibuka oleh Pemeriksa Bea dan Cukai Pertama, Agnita Adityawardani, tersebut disambut langsung oleh Owner Restu Sayur, Emy Widyawati Marstutik. Restu Sayur merupakan UMKM yang bergerak di bidang produk sayuran segar dan olahan buah, dengan sejumlah produk unggulan seperti GINCO, Jahe Kacang Karamel, JiJeP, Marning, olahan jagung manis, serta Rampizzzz olahan pisang raja.
Saat ini, produk-produk tersebut telah berhasil menembus pasar Malaysia. Berdasarkan hasil asistensi, Bea Cukai Malang menilai Restu Sayur memiliki kesiapan yang baik untuk melakukan ekspor secara berkelanjutan, didukung legalitas usaha yang lengkap dan ketersediaan bahan baku yang memadai.
Sehari kemudian, Kamis (02/07), Bea Cukai Malang juga melakukan asistensi kepada Tlogomas Jok, UMKM produsen jok kendaraan dan berbagai kebutuhan otomotif di Kota Malang. Kunjungan yang dipimpin Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Pitoyo Pribadi, tersebut disambut oleh Aris Yusuf Maulana, putra pemilik usaha.
Aris mengisahkan bahwa peluang ekspor pertama diperoleh melalui media sosial, ketika produk Tlogomas Jok dikenal oleh pembeli dari Timor-Leste melalui Facebook. Saat ini, perusahaan juga memanfaatkan Shopee Ekspor untuk memperluas jangkauan pasar internasional.
Keikutsertaan dalam Export Mentoring Program Bea Cukai Malang Tahun 2022–2023 turut menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan usaha tersebut. Melalui program pendampingan itu, Tlogomas Jok memperoleh pemahaman mengenai ekspor, kebutuhan pasar global, serta strategi memperluas jaringan pemasaran.
Pendampingan yang dilakukan Bea Cukai Malang diharapkan dapat mendorong semakin banyak UMKM naik kelas dan berani memasuki pasar internasional. Keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga membuka peluang kerja, memperluas pasar bagi industri daerah, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kisah Restu Sayur dan Tlogomas Jok menjadi bukti bahwa produk lokal Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar global apabila didukung inovasi, ketekunan, dan pendampingan yang tepat.
Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































