Bea Cukai dan DJP Luncurkan Kompas Raja Ampat, Dorong Kepatuhan Usaha Pariwisata

Bea Cukai Sorong bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong meluncurkan program kolaboratif bertajuk Komunikasi, Pelayanan, dan Pengawasan di Raja Ampat (Kompas Raja Ampat). Program ini merupakan implementasi sinergi Kementerian Keuangan Satu yang mengedepankan pendekatan edukatif, pelayanan yang optimal, serta pengawasan yang efektif kepada para pelaku usaha di sektor pariwisata.

Program ini berangkat dari semangat kedua instansi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dari sektor pariwisata di Raja Ampat. Raja Ampat, sebagai destinasi wisata kelas dunia, dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat basis penerimaan negara.

Program Kompas Raja Ampat secara perdana dilakukan selama dua hari, mulai tanggal 16 sampai dengan 17 Juli 2026. Program tersebut dikemas melalui kegiatan sosialisasi, asistensi, dialog dengan pelaku usaha, serta layanan konsultasi terpadu yang melibatkan jajaran Bea Cukai Sorong dan KPP Pratama Sorong. Melalui pendekatan tersebut, kedua instansi mendorong meningkatnya pemahaman pelaku usaha mengenai hak dan kewajiban di bidang kepabeanan dan perpajakan, sekaligus membangun budaya kepatuhan yang berkelanjutan.

Kepala Bea Cukai Sorong, Dwi Suhartanto, menegaskan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata perlu didukung dengan tata kelola yang baik agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Raja Ampat bukan hanya kebanggaan Indonesia dari sisi keindahan alam, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Melalui Program Kompas Raja Ampat, kami ingin memastikan pertumbuhan sektor pariwisata berjalan beriringan dengan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan para pelaku usaha. Dengan demikian, aktivitas ekonomi yang berkembang dapat memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dwi.

Menurutnya, peran Bea Cukai tidak hanya sebatas menjalankan fungsi pengawasan atas lalu lintas barang, tetapi juga sebagai trade facilitator dan industrial assistance yang mendukung kemudahan berusaha, mendorong investasi, serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.

Sinergi dengan KPP Pratama Sorong menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan pemerintah yang lebih terintegrasi kepada masyarakat. Melalui Kompas Raja Ampat, Bea Cukai Sorong dan KPP Pratama Sorong juga memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, serta pemetaan potensi ekonomi di kawasan wisata. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan secara sukarela (voluntary compliance) dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa penguatan penerimaan negara dapat dilakukan melalui pendekatan yang humanis, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan. Dengan sinergi yang semakin kuat antara Bea Cukai Sorong, KPP Pratama Sorong, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha, sektor pariwisata di Raja Ampat diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan dunia, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kemakmuran negeri.

Tingkatkan exposure dan reputasi brand/perusahaan lewat publikasi media nasional 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img