PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus mempercepat pembangunan Proyek Sekolah Rakyat Dharmasraya di Sumatera Barat sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerataan akses pendidikan pemerintah bersama Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Proyek senilai Rp244,32 miliar tersebut ditujukan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, inklusif, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis seperti Kabupaten Dharmasraya.
Hingga 3 Mei 2026, progres pembangunan proyek tercatat mencapai 6,981 persen atau melampaui target rencana sebesar 6,890 persen. Dengan capaian tersebut, proyek mencatat deviasi positif sebesar 0,091 persen di tengah tantangan akses dan logistik di wilayah yang tergolong terpencil.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengatakan pihaknya optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya dapat selesai lebih cepat dari target awal pada 20 Juni 2026.
Menurutnya, percepatan pembangunan dilakukan melalui berbagai langkah optimalisasi tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan maupun aspek keselamatan kerja.
“PTPP berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya ini. Walaupun proyek berada di wilayah dengan tantangan geografis yang cukup tinggi, kami telah melakukan berbagai optimalisasi seperti percepatan pengadaan material, penyesuaian metode dan sequence pekerjaan, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja di lapangan,” beber Joko, dikutip Senin (11/5).
Ia menjelaskan, perusahaan juga menerapkan pola kerja tiga shift dengan melibatkan sekitar 2.000 pekerja aktif di lapangan guna mempercepat proses penyelesaian proyek.
Meski dilakukan percepatan, seluruh proses pembangunan tetap mengacu pada standar Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE) serta prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diterapkan perusahaan dalam setiap proyek infrastruktur.
PTPP menilai pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan akses fasilitas pendidikan.
Melalui proyek tersebut, pemerintah diharapkan dapat menghadirkan sarana pendidikan yang lebih representatif dan mampu menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sumatera Barat.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News































