Pertamina Patra Niaga Jaga Ketahanan Energi Melalui Optimalisasi Operasional Kilang

Optimalisasi kilang merupakan salah satu strategi penting untuk menjaga kedaulatan energi nasional. Namun upaya ini tak terlepas dari beragam tantangan yang kompleks, baik dari sisi teknis maupun manajerial. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun mengatakan, optimalisasi kilang yang dilakukan Pertamina Patra Niaga akan mendorong kilang menjadi efisien dan tangguh sehingga bisa menghasilkan beragam produk bernilai tinggi dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut dijalankan mencakup berbagai aspek untuk memastikan kilang beroperasi lebih efisien, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan energi nasional. “Optimalisasi kilang adalah sebuah keniscayaan, seiring dengan berkembangnya zaman. Langkah ini harus dilakukan agar seluruh rangkaian produksi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga sesuai dengan perencanaan dan target yang sudah ditetapkan sebelumnya,” ujar Roberth.

- Advertisement -

Salah satu contoh program optimalisasi kilang yang dilakukan Pertamina Patra Niaga adalah dengan optimasi komposisi minyak mentah yang akan diolah dengan metode linear programming di Kilang Cilacap. Menurut Roberth, hal ini dilakukan untuk memaksimalkan margin operasional, sehingga kilang dapat menghasilkan produk bernilai tinggi dengan biaya yang lebih efisien.

Hal lain yang dilakukan kilang lanjut Roberth, adalah menerapkan digitalisasi kilang. Upaya ini mencakup sejumlah langkah teknis sebagai bagian dari penguatan operasional.

- Advertisement -

“Pengelolaan kilang secara digital merupakan sebuah kebutuhan. Kami terus berinovasi dan mengadopsi kemajuan teknologi di kilang sebagai salah satu kebijakan strategis untuk mengoptimalkan operasional sehingga bisa memberikan kontribusi yang maksimal untuk negara,” tutur Roberth.

Salah satu teknologi digital yang dikembangkan Pertamina Patra Niaga adalah RUVision yang telah diterapkan di Kilang Balikpapan dan Kilang Dumai. Roberth menjelaskan, teknologi ini merupakan sistem kamera pengawas atau CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk meingkatkan keselamatan kerja di area kilang. Berbeda dengan CCTV pada umumnya, RUVision memiliki beragam fitur canggih, diantaranya Human Detection yang mampu mendeteksi perilaku pekerja di area kilang.

Dengan begitu, pelanggaran keselamatan, seperti kelalaian penggunaan APD atau kegiatan lainnya yang tak seharusnya dilakukan di area kilang, dapat diketahui sejak dini. Teknologi ini juga mampu mendeteksi potensi bahaya seperti kebakaran, munculnya asap atau kebocoran tanki, dan risiko lainnya secara real time. Menurut Roberth, sistem ini juga menyediakan laporan analisis berbasis data, sehingga pengawasan lebih proaktif dalam mencegah risiko.

“Ke depannya, RUVision akan diadopsi ke semua kilang Pertamina Patra Niaga, agar tingkat keamanan kilang semakin tinggi, operasional berjalan dengan lancar dan semua potensi risiko bisa diminimalisir sejak dini,” tutur Roberth.

- Advertisement -

Pertamina Patra Niaga juga memiliki inovasi PPMS atau Predictive & Prescriptive Maintenance System. Sama dengan RUVision, PPMS juga dijalankan berbasis kecerdasan artifisial atau AI. Roberth mengungkapkan, PPMS merupakan sistem pencegahan kerusakan peralatan kritikal di kilang. Sistem ini mampu mendeteksi anomali pada peralatan kilang secara dini. Sehingga, potensi kerusakan yang timbul bisa diketahui sejak dini.

Roberth menjelaskan, RUVIsion dan PPMS terhubung erat dengan Big Data dan Digital Twin sebagai wadah penyimpanan digital yang memuat semua data visual, data sensor serta data analisis. Data-data tersebut kemudian diolah guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

“Semua inovasi tersebut terintegrasi dengan Pertamina Digital Hub (PDH) yang merupakan pusat kendali dan monitoring digital terintegrasi, yang berfungsi sebagai ‘otak digital’ untuk mengawasi seluruh aktivitas bisnis Pertamina dari hulu hingga hilir secara real-time,” ungkap Roberth.

Digitalisasi tak hanya menopang keandalan kilang, namun juga memberikan sejumlah dampak positif bagi perusahaan. Dengan digitalisasi, efisiensi operasional meningkat karena biaya produksi bisa ditekan lebih rendah. Hal ini terlihat dalam sistem PPMS, dimana biaya suku cadang menjadi lebih ekonomis, karena penggantian komponen kilang dilakukan secara tepat waktu. Selain itu keselamatan dan keamanan kerja lebih terjamin, karena sistem digital dapat mendeteksi potensi risiko lebih cepat.

Namun di balik itu semua, lanjut Roberth, optimalisasi kilang tidak hanya berbicara soal teknis, tetapi juga masuk ke dalam aspek manajerial. Hal ini mencakup penguatan SDM dan HSSE (Health, Safety, Security, Environment), yang berujung pada peningkatan kompetensi tenaga kerja sebagai operator dan sistem standar keselamatan menyeluruh di kilang.

Karena itulah, Pertamina Patra Niaga menekankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), transparan dan akuntabel agar operasional kilang berjalan sesuai target untuk menjaga ketahanan energi nasional.

“Digitalisasi kilang bukan hanya inovasi teknis, tetapi juga strategi membangun operasional yang andal dan ramah lingkungan. Pertamina Patra Niaga menunjukkan bahwa perusahaan energi nasional mampu bersaing dengan standar global, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pasokan energi yang aman dan berkelanjutan,” tegas Roberth.

Roberth menambahkan dengan optimalisasi kilang, Pertamina juga mengimbau agar hal ini juga dapat ditunjang dengan gerakan hemat energi dan penggunaan energi di masyarakat yang tepas sasaran. “Optimalisasi kilang ini tentunya juga bertujuan untuk mempertahannkan kedaulatan energi Indonesia sesuai dengan Asta Cita Presiden melalui kemandirian energi dan pendistribusian yang tepat sasaran,” pungkas Roberth.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img