PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp2,76 triliun pada Januari 2026. Nilai tersebut tumbuh signifikan 120,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY), menandai awal tahun yang positif bagi kinerja perseroan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi optimisme perusahaan dalam menyongsong 2026 di tengah dinamika industri konstruksi.
“Pertumbuhan perolehan kontrak baru pada awal tahun ini menunjukkan momentum yang baik bagi PTPP untuk menjaga kinerja secara berkelanjutan sepanjang 2026. Perseroan akan tetapfokus pada eksekusi proyek secara tepat waktu, dengan standar kualitas terbaik serta penerapan zero accident,”ujarnya.
Joko menjelaskan, perolehan kontrak baru PTPP pada Januari 2026 didominasi proyek dengan sumber dana pemerintah sebesar 73,31 persen. Sementara itu, proyek BUMN berkontribusi 25,20 persen dan proyek swasta sebesar 1,49 persen.
Dari sisi lini bisnis, sektor Gedung menjadi kontributor terbesar dengan porsi 43,28 persen. Disusul Jalan dan Jembatan sebesar 26,64 persen, Smelter dan Pertambangan 25,20 persen, Pengolahan Air dan Limbah 4,18 persen, Infrastruktur Air 0,54 persen, serta Fasilitas Oil & Gas sebesar 0,16 persen.
Perseroan juga memastikan setiap proyek dijalankan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), manajemen risiko yang prudent, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Beberapa proyek strategis yang diraih PTPP pada Januari 2026 antara lain Proyek Gedung Kantor Pidum & Datum Kejaksaan Agung RI senilai Rp820,7 miliar, Proyek Pembangunan BRT Metropolitan Membidang Medan senilai Rp538,5 miliar, Proyek Penambangan Bauksit Mempawah sebesar Rp478,6 miliar, serta Proyek Penanganan Bencana Aceh senilai Rp341,7 miliar.
Dengan strategi selektivitas proyek dan penguatan manajemen operasional, PTPP optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sepanjang 2026.
Sebagai informasi, PTPP menargetkan kontrak baru tahun 2026 sebesar Rp23,5 triliun. Hingga saat ini, capaian kontrak tercatat sekitar 92 persen dari target kontrak tahun berjalan.
Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, sebelumnya menyampaikan perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp16 triliun pada 2026. Untuk laba bersih, perusahaan masih melakukan evaluasi sembari menunggu sejumlah proyek yang mengalami pergeseran jadwal pengerjaan.
“Kemudian, untuk proyek luar negeri yang masih berjalan terkait dengan jalan kereta api di Filipina. Saat ini masih berjalan karena kontraknya juga cukup lama, kalau tidak salah sampai lima tahun,” ungkapnya.
Dengan capaian awal tahun yang solid, PTPP optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan kinerja di tengah tantangan industri konstruksi nasional maupun global.
Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News
































